Beranda Headline Janggal, Polisi Bongkar Kuburan Pensiunan PNS

Janggal, Polisi Bongkar Kuburan Pensiunan PNS

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA BONGKAR : Tim Dokkes Polda NTB saat membongkar kubur dan mengangkat jasad korban, untuk dilakukan ekshimasi dan otopsi di TPU Pegondang Sakra, kemarin.

LOTIM – Meninggalnya H Selamat, 66 tahun asal Gubuk Sandat Desa Sakra, Kecamatan Sakra Lombok Timur (Lotim), (6/7) lalu, membuat pihak keluarga curiga. Kematiannya dikabarkan karena kecelakaan di jalan raya depan lapangan Uka-Uka Kecamatan Sakra Barat, membuat keluarga korban tidak yakin hal itu. Sehingga September lalu, pihak keluarga melaporkan kasus itu ke Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim. Kelurga tidak yakin, setelah mengetahui ada luka lebam di bagian leher dan lecet di bagian kaki.
Karena meninggal tidak wajar, tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda NTB membongkar kubur H Selamat, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegondang Kecamatan Sakra. Dokkes Polda melakukan pembongkaran kuburan korban dan mengangkat kembali sisa jasadnya, untuk melakukan ekshumasi dan otopsi. Kemarin, otopsi ini disaksikan langsung 20 orang keluarga korban, Wakapolres Lotim Kompol Wendi Oktariansyah dan pihak terkait lainnya.
Kronologis kejadian hingga dilakukan ekshumasi dan otopsi jenazah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut. Pada Jumat (6/7) lalu, sekitar pukul 20.00 Wita, di jalan umum jurusan Sakra menuju Keruak, tepatnya di depan lapangan Uka-uka Desa Rensing, tidak jauh dari Mapolsek Sakra Barat. Korban ditemukan meninggal dunia, diduga karena Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas).
Ketika itu, anggota Polsek Sakra Barat mendapat laporan atas kejadian tersebut. Jajaran Mapolsek Sakra Barat, langsung melaporkan kejadian itu ke Unit Lakalntas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lotim. Kasus itu masih dalam proses penyelidikan, karena tidak ada saksi yang menerangkan bagaimana kejadian di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Merasa ganjil karena tidak ada dilihat ada bekas goresan atau bekas jatuhnya kendaraan korban, sehingga pada hari Minggu (16/9) lalu, isteri korban Hj Siti Maryam melaporkan kejadian itu ke Polres. Laporan isteri korban, tertuang dengan laporan polisi nomor LP/ 711/ YAN.2.5/ IX/ 2018/ NTB/ Res. Lotim, dengan dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian, sebagaimana dimaksud pada pasal 351 ayat 3 KUHP.
Luka lebam pada bagian leher dan lecet pada bagian kaki korban, diketahui saat memandikan jasad korban. Atas dasar itu, pihak keluarga korban menduga kematian korban tidak wajar, bukan karena Lakalantas.
Kemarin, saat melakukan pengangkatan jasad korban untuk dilakukan ekshimasi dan otopsi, dijaga ketat jajaran personel Polres Lotim.

Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman kepada awak media mengatakan, ekshimasi dan otopsi dilakukan untuk mencari alat bukti. Apakah kematian korban benar-benar karena Lakalantas, atau dibunuh. Setelah mengambil sampel ekshimasi dan otopsi, akan memakan waktu beberapa hari kedepan. Karena dilakukan penelitian oleh tim Forensik Polda NTB.
“Mudahan setelah ekshimasi dan otopsi ini, kasus meninggalnya H Selamat bisa terang benderang. Kalau korban meninggal karena dibunuh, tentu pelaku akan kami buru, kemana pun pelaku lari bersembunyi,” tegas Eka. (fa’i/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here