Beranda Lombok Barat Imunisasi MR Masih Menuai Penolakan

Imunisasi MR Masih Menuai Penolakan

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA H Rahman Sahnan Putra

LOBAR —Pemberian vaksin Measle Rubella (MR), belum sepenuhnya dilaksanakan di sekolah. Sejumlah sekolah masih menolak siswa-sisiwinya diberikan imunisasi MR, karena kandungan dari vaksin itu masih diperdebatkan. Utamanya terkait halal atau haramnya. Diketahui, vaksin MR mengandung enzim babi. Sehingga memicu kekhawatiran sebagian orang tua atas hukum Islam vaksin tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, H Rahman Sahnan Putra membenatkan jika ada beberapa sekolah yang menunda pemberian vaksin tersebut. Seperti SMP 2 Gerung, SD 1 Dasan Geres. SD 1, 2 dan 3 Batulayar, dan beberapa sekolah Islam lainnya. “Masih ada sekolah yang tidak mau, karena belum yakin. Begitu dia menolak, ya sudah kami tidak berani,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Imunisasi MR ini merupakan program pemerintah pusat yang memiliki manfaat sangat baik. Dampak apabila tidak diimunisasi, akan membahayakan generasi bangsa. Jika terkena rubella, anak yang baru lahir dapat terjangkit cacat bawaan. Bahkan akan berdampak cacat seumur hidup. Hal ini ingin yang perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat.
Vaksin MR diberikan kepada anak usia 9 sampai 15 tahun. Terdapat 44,6 persen dari jumlah sasaran 187.156 orang di Lobar, atau 80.346 jiwa yang sudah divaksin. “Alhamdulillah belum ada laporan lanjutan setelah imunisasi,” ucapnya.
Upaya sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya imunisasi MR untuk generasi muda, terus dilakukan. Agar masyarakat memahami lebih besar manfaatnya dari pada mudaratnya. Sosialisasi itu dilakukan dari tingkat kabupaten hingga puskesmas kecamatan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut digandeng dalam sosialisasi disetiap lokasi. Dengan begitu, MUI bisa memberikan penjelasan manfaat vaksin tersebut dari sisi hukum islam. Hasilnya pun memuaskan. Sebagian masyarakat yang sebelumnya menolak, justru mau melakukan imunisasi MR setelah menerima pemahaman dari MUI.
Pemberian imunisasi MR diprogramkan dari September hingga akhir Oktober 2018, menyasar sekolahan di daerah. Dikes Lobar belum dapat memastikan, kapan dapat mencapai target sasaran imunisasi sebanyak 187.156 orang. Sebab program ini baru dijalankan awal Oktober, mengingat bencana gempa yang melanda pada September lalu. “Kendala kita kemarin sekolah libur sebulanan karena gempa,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here