Beranda Mataram PPP tawarkan Rohmi Gabung

PPP tawarkan Rohmi Gabung

BERBAGI

MATARAM – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak memiliki kewajiban mendukung segala bentuk kebijakan, dan program Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Khususnya dorongan politik legislatif melalui fraksinya. Itu setelah Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah sejak keluar sebagai kader Demokrat beberapa hari sejak dilantik, sampai saat ini belum tercatat sebagai salah kader partai di NTB.
Wakil Ketua DPW PPP NTB, Nurdin Ranggabarani mengatakan, pengawalan kebijakan program daerah tidak cukup mengandalkan diri sebagai pimpinan daerah. Melainkan harus diperkuat dorongan politik di legislative, salah satunya dengan masuk sebagai kader partai. Kelebihan lain kata NR sapaan akrabnya, Rohmi bisa menititipkan rencana program secara leluasa melalui fraksi partai yang dimasukinya. “Maka kami menawarkan Ibu Rohmi masuk ke PPP,” kata NR di Mataram, kemarin.
PPP melalui fraksinya otomatis akan memfasilitasi Rohmi menitipkan rencana program yang menjadi skala prioritas sesuai visi misi menuju NTB Gemilang. Namun lagi- lagi, ketika tidak mau masuk sebagai kader PPP, artinya PPP tidak wajib mendukung segala kebijakannya. “Kalau tidak masuk di PPP, kami tidak ada kewajiban dukung programnya,” tegas politisi yang akan bertarung pada Pileg DPR RI tahun 2019 dari Dapil NTB 1 pulau Sumbawa ini.
NR juga menjamin fraksi PPP akan membangun kedekatan dengan fraksi lain. Termasuk dengan Partai Demokrat, meski sebelumnya Rohmi tercatat di partai berlambang mercy itu, untuk ikut serta mengawal seluruh kebijakan. Mengingat jika Rohmi masuk sebagai kader PPP, otomatis pihaknya masuk dalam barisan sistem kepemerintahan. Tentu akan bertanggungjawab atas pengawalan kebijakan sesuai dengan visi misi utama sebagai kepala daerah.
NR juga memberi garansi bahwa komunikasi antar fraksi bisa mendukung pemerintah. Apalagi selama ini, antar fraksi di DPRD NTB sudah terbiasa saling membantu. Melalui fraksi di DPRD, akan bisa menjadi pilar pemerintah dalam rangka memyebarkan program-program yang sedang dijalankan daerah. “Kepentingan fraksi saling kawal mengawal,” kata dia memberi keyakinan.

Apakah PPP sebagai partai yang dikenal pemilihnya dari kalangan NU tidak khawatir kalau Rohmi bergabung akan membawa gerbong Muslimat NW? NR mengatakan, PPP tidak melihat itu sebagai satu masalah. Justru jika membawa gerbongnya akan tambah bagus.
Dalam posisi ini, NR secara pribadi sebetulnya tidak meragukan kapasitas Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melakukan satu kompromi dengan para fraksi di dewan. Mengingat Zul telah karatan menjadi wakil rakyat. Namun alangkah baiknya ketika Gubernur tercatat sebagai salah satu kader partai sebut saja PKS, Wakil Gubernur seyogyanya juga bisa masuk di salah satu partai. “PPP membuka pintu,” tawarnya.
Ajakan Rohmi untuk ikut bergabung sebagai kader partai untuk tujuan dorongan politik dewan, sebelumnya juga disampaikan NasDem NTB. Ketua DPW Nasdem NTB, Muh Amin tidak bisa disepelekan dorongan politik partai melalui fraksi di dalamnya untuk keseimbangan pemerintah. Itu diucapkan Amin berdasarkan pengalamannya mendamping Gubernur NTB sebelum Zul, Tuan Guru Bajang (TGB).
Amin juga memberikan sinyal agar Rohmi bisa masuk di gerbong NasDem. Terlebih suami Rohmi, Khairul Rizal setelah minggat dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono, saat ini telah tercatat sebagai kader NasDem. Kemudian ikut berlaga pada kontestasi DPRD NTB dapil Lombok Timur. “Kalau mau masuk NasDem itu sangat baik. Kan suaminya juga sudah di barisan NasDem,” kata Amin sambil tersenyum belum lama ini.

Namun, Amin tidak mau menunjukkan NasDem ngotot. Apalagi sikap atau pilihan berpartai hak pribadi setiap orang yang tidak bisa dipaksa. “Bagus juga kalau ke NasDem,” kata politisi yang dikenal santun dan bijak itu.
Saat dimintai tanggapannya, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah belum memberikan konfirmasi. Saat dihubungi koran ini, terlihat pesan yang dikirim hanya dibaca saja. (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here