Beranda Praya Metro Olah Makanan dari Bahan Lokal

Olah Makanan dari Bahan Lokal

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA MENYERAHKAN: Penjabat Kades Taman Indah, Kecamatan Pringgarata, Mas'an menyerahkan peralatan pembuatan aneka macam makanan kepada salah satu perwakilan warga saat dilatih tata boga di kantor desa, kemarin.

Taman Indah Gelar Pelatihan Tata Boga

PRINGGARATA —Berbagai upaya dilakukan Pemdes Taman Indah untuk menciptakan kreatifitas warga. Salah satunya, dengan menggelar pelatihan tentang cara pengolahan makanan dengan memanfaatkan bahan lokal (dari desa setempat).
Penjabat Kades Taman Indah, Mas’an mengungkapkan, sejatinya pelatihan tata boga ini memanfaatkan bahan dari hasil pertanian dan perkebunan warga sekitar. Seperti ubi kayu, ubi jalar, ubi ungu dan bahan lokal lainnya. Bahan lokal itu sendiri bisa dibuat berbagai olahan, seperti pembuatan es cream, keripik singkong hingga bakpao.
“Kalau pakai bahan lokal kan bisa meminimalisir ongkos produksi juga,” ungkapnya.
Usai pelatihan, Pemdes pun akan memberikan bantuan peralatan berupa heler pengemas, timbangan makanan, alat pembuatan keripik dan berbagai peralatan lainnya. Dengan pemberian alat ini diyakini bisa menciptakan lapangan usaha baru di tengah masyarakat.
Mas’an menambahkan, dalam salah satu program pemberdayaan ini, Pemdes mengalokasikan dana sebesar Rp 28 juta melalui Dana Desa. Sementara waktu pelatihan digelar selama dua hari, mulai 11-12 Oktober. Sedangkan pesertanya berjumlah 27 orang dari sembilan dusun yang ada. Masing-masing dusun diwakilkan tiga orang, yakni dari unsur kader Posyandu, anggota PKK dan perwakilan dari kelompok wanita tani (KWT).
“Usai dilatih, peserta kita bagi sembilan kelompok agar mudah dibina nantinya,” pungkas pria yang juga menjabat Kasi Pemdes di Kecamatan Pringgarata ini.
Sementara itu, Juliana Zikro, salah satu tutor pelatihan mengaku jika usaha pengolahan makanan di Desa Taman Indah sangat potensial. Sebab, bahan baku pengolahannya sangat mudah didapatkan. Oleh karena itu, dirinya berharap peserta yang dilatih tidak hanya menjadikan keterampilan ini sebagai usaha sampingan, namun bisa menjadi peluang usaha baru.
“Kalau serius, saya rasa pasti bisa,” ujarnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here