Beranda Praya Metro Lagi, Dewan Semprot Distanak dan Disperindag

Lagi, Dewan Semprot Distanak dan Disperindag

BERBAGI

PRAYA — Untuk kesekian kalinya. Anggota DPRD Loteng di Komisi II menyemprot kinerja Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), termasuk Disperindag. Dua dinas ini mendapat semprotan dewan lagi-lagi soal kinerja dan pengawasan mereka.
“Banyak persoalan di Disperindag selalu menjadi keluhan dari masyarakat. Dari pengelolaan pasar yang tidak maksimal yang menyebabkan kebocoran PAD,” tegas Ketua Komisi II DPRD Loteng, M Samsul Qomar, kemarin.
Selain itu, yang sekarang terus menjadi keluhan masyarakat tentang pembangunan Pasar Kuta, Kecamatan Pujut. Sebelumnya, dewan dari awal sudah menyarankan agar Pemkab mempertimbangkan kembali pembangunan di lokasi saat ini. Sebab, lokasi itu sangat tidak sesuai. Selain letak yang tidak setrategis, juga lokasi tersebut dari segi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) akan bisa bermasalah. Belum lagi dikeluhkan oleh pemuda setempat karena lokasi itu merupakan lapangan bola untuk wahana olahraga pemuda.
“Kami sangat tidak setuju,” tegasnya.
Sementara, anggota Komisi II H.Lalu Arabiah mengaku masalah pasar memang saat ini sangat komplit, terlebih setelah hal itu dikelola oleh pihak kecamatan. Karena saat ini, dinas terkesan tidak melakukan pengawalan soal retribusi pasar itu.
“Padahal semangat awal kita sebelumnya yakni, pihak kecamatan yang mengelola tapi harus mendapatkan pendampingan dari kecamatan,” katanya.
Jika pihak dinas menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kecamatan, maka pihaknya memastikan bahwa permasalahan pasar tidak akan pernah bisa diselesaikan dengan baik. “Jangan lepas tangan dinas,” ujarnya.
Di tempat yang sama, anggota DPRD Loteng, L Muhibban menyatakan, pihaknya tidak akan menyoroti Diperindag, namun akan menyoroti berbagai program di Distanak. Sebab, pihaknya melihat hingga sekarang program kepada masyarakat masih belum merata. Salah satunya, bantuan untuk bibit ayam, maupun bantuan lainya mesin pertanian.
“Penyaluran bantuan saya lihat masih belum merata. Contohnya di Kecamatan Praya Tengah masih banyak yang membutuhkan bantuan,” sentilnya.

Sementara, Kepala Distanak Loteng, Lalu Iskandar menjelaskan, bantuan bibit ayam tersebut merupakan dari pusat, pihaknya juga tidak mengetahui secara detail kenapa Praya Timur dan Praya Barat yang terpilih. Sebab, yang menentukan langsung kemana arah bantuan itu dari pusat.
“Kami tidak tahu kalau dua kecamatan itu yang terpilih,” jawab Iskandar.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Loteng Hamdi menanggapi pertanyaan sentilan komisi II. Katanya, kalau soal retribusi pasar memang selama ini pihaknya tidak mengetahui secara detail setelah hal itu dialihkan ke kecamatan. Sementara untuk pembangunan pasar semuanya sudah melalui tahapan.
“Sementara untuk Pasar Ganti yang sudah putus kontrak kami berikan waktu perpanjangan,” jawabnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here