Beranda Headline Jembatan “Kuning” Akan Jadi Ikon Baru

Jembatan “Kuning” Akan Jadi Ikon Baru

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA TINJAU: Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh saat meninjau progress pembangunan jembatan Dasan Agung, kemarin. Pembangunannya sudah 80 persen, akan rampung November mendatang.

MATARAM —Setelah sempat mangkrak, pembangunan jembatan Dasan Agung akhirnya akan segera rampung. Jembatan yang menghubungkan wilayah Dasan Agung dan Pejeruk itu akan menjadi ikon baru bagi Kota Mataram, dengan bentuk yang beda dari jembatan lainnya. Berwarna dominan kuning, dengan bagian atas jembatan melengkuk, mirip jembatan yang menjadi ikon Kota Palu di Sulawesi Tengah (Sulteng).
“Pengerjaan jembatan sudah 80 persen, tinggal pemasangan sling dan pembuatan talud di jalan penghubungnya. November selesai,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, H Mahmudin Tura, saat mendampingi Wali Kota meninjau progress pembangunan jembatan, kemarin.
Pengerjaan jembatan sesuai kontrak harusnya berakhir Oktober ini. Namun, pihak kontraktor meminta perpanjangan waktu antara dua hingga tiga minggu. Alasannya, pengerjaan jembatan pernah terhenti beberapa minggu akibat gempa. “Hampir tiga minggu stagnan, tidak ada kegiatan karena gempa,” sebutnya.
Meski mendapat perpanjangan waktu, kontraktor tidak dikenakan denda. Sebab, telah ada persetujuan kedua belah pihak untuk dilakukan perpanjangan waktu pengerjaan proyek. “Alasannya kuat, karena force major (bencana, Red),” ucap Mahmudin.
Pemberian perpanjangan waktu itu juga telah dikoordinasikan dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Kendala lain, warga yang rumahnya harus dibongkar untuk pelebaran jalan menuju jembatan sempat ogah pindah “Masyarakat masih gunakan lahan untuk ngungsi karena gempa. Jadi tertunda 10 hari untuk pembuatan jalannya,” imbuhnya.
Bila sudah jadi, jembatan hanya boleh dilintasi kendaraan kecil bertonase 1 ton. Meski sebenarnya, konstruksi jembatan yang memiliki bentangan 40 meter ini bisa menahan beban hingga 4 ton. “Kita sengaja batasi. Hanya bisa untuk pejalan kaki, sepeda motor, dan cidomo. Nanti dikasih portal agar tidak semua kendaraan bisa masuk,” jelasnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram, H Kemal Islam mengatakan, jembatan akan dilengkapi ornamen serta lampu-lampu hias. Sehingga bisa menjadi ikon Kota Mataram di Dasan Agung Baru. “Kita masih desain dulu, dan cari jenis lampu yang tahan lama,” kata Kemal.
Sementara Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan, sepanjang Sungai Jangkuk memang sudah dilintasi dua jembatan penghubung. Yakni jembatan di Jalan Udayana, dan jembatan di Gapuk. “Tapi kedua jembatan ini lokasinya berjauhan, sehingga akses masyarakat untuk beraktivitas agak sulit,” katanya.
Jembatan Dasan Agung berada di bagian pertengahan, membelah Sungai Jangkuk. Warga dari arah Jebak Beleq bisa langsung lurus ke utara melewati jembatan untuk menuju ke sisi utara Sungai Jangkuk. “Jembatan ini dibangun supaya akses bisa lancar,” sebutnya.
Tentunya, keberadaan jembatan sangat mendukung kemudahan akses warga dari Dasan Agung menuju Pejeruk, atau sebaliknya. “Banyak anak sekolah juga yang bisa memanfaatkan sehingga mmperpendek jarak, karena langsung akses ke seberang sungai,” pungkasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here