Beranda Mataram Jembatan Dasan Agung, Ikon Baru Kota Mataram

Jembatan Dasan Agung, Ikon Baru Kota Mataram

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA AKAN JADI IKON: Jembatan Dasan Agung, yang menghubungkan Pejeruk dan Dasan Agung sudah hampir selesai. Jembatan ini akan menjadi ikon baru Kota Mataram.

Mirip Jembatan di Kota Palu, Akan Dihiasi Ornamen Agar Cantik

Jembatan Dasan Agung, yang menghubungkan Pejeruk dan Dasan Agung sudah hampir selesai. Jembatan ini akan menjadi ikon baru Kota Mataram, dan destinasi wisata.
RIRIN FITRIANA-MATARAM
SELAMA ini, lalu lintas warga dari Kelurahan Dasan Agung yang akan menuju Pejeruk hanya bisa melewati jembatan di Jalan Udayana atau jembatan di Gapuk. Setiap jam-jam sibuk di pagi maupun siang hari, kepadatan arus kendaraan menghiasi kedua jembatan tersebut. Namun tak lama lagi, kepadatan arus lalu lintas di kedua jembatan itu bisa berkurang. Seiring akan rampungnya jembatan Dasan Agung.
Jembatan dengan desain melengkung di bagian atasnya ini mirip jembatan di Kota Palu, Sulawesi Tengah yang kini telah putusa akibat terjangan tsunami beberapa waktu lalu. Dengan warga cat juga kuning. Berada di jalan terusan dari Jebak Beleq Dasan Agung hingga tembus ke jalan di sisi utara Sungai Jangkung. Kalau sudah jadi, warga bisa menghemat waktu melintasi jembatan ini untuk menuju wilayah seberang utara Sungai Jangkuk.
Melihat bentuk jembatan, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh setuju jika jembatan ini akan menjadi ikon baru bagi Kota Mataram. “Kalau jadi ikon, tentu akan berikan nilai positif dan nilai tambah bagi masyarakat. Masyarakat bisa berjualan dan berusaha di sekitar jembatan ini,” kata Ahyar.
Bila pembangunan jembatan telah rampung, akan dilakukan penataan agar makin cantik. Salah satunya dengan pemasangan lampu-lampu hias di badan jembatan, maupun pinggir sungai cantic.
Ketika jembatannya sudah cantik dan tertata, kepada masyarakat diingatkan Wali Kota harus ikut menjaganya. Utamanya masyarakat yang tinggal di pinggir sungai Jangkuk. “Jaga dan pelihara jembatan. Utamanya kebersihan, jangan buang sampah sembarangan. Apalagi buang sampah ke sungai,” ujarnya mengingatkan.
Seorang warga pinggir Sungai Jangkuk, Nirmala tak bisa menyembunyikan rasa senangnya dengan keberadaan jembatan Dasan Agung. Ia yang tinggal tepat di sisi selatan Sungai Jangkuk, atau tepat berhadapan dengan jembatan ini mengaku, akan sangat terbantu dengan adanya jembatan. “Nggak perlu muter jauh untuk ke seberang,” kata wanita berjilbab ini.
Meski sekarang ia harus sedikit berkorban karena untuk beberapa waktu ini tak bisa leluasa melintas di depan rumahnya. Lantaran jalan di depan rumahnya tengah diperlebar agar bisa tembus ke jembatan Dasan Agung. “Semoga cepat selesai jembatannya,” sebutnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here