Beranda Headline Di Balik Kesetiaan Dokter Ayu Tangani Korban Gempa

Di Balik Kesetiaan Dokter Ayu Tangani Korban Gempa

BERBAGI
dr Ayu Dwi Mufidah saat menangani pasien korban gempa Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (10/10). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

26 Hari di Lombok Baru Terbang ke Sulteng

Sudah 12 hari gempa mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) berlalu. Hingga kini masih terdapat daerah-daerah yang terisolasi. Salah satunya Desa Saluwa, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. Penduduk setempat baru mendapat bantuan dari relawan lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).
MUHAMMAD RIDWAN-SULTENG
SEJAK Selasa (9/10), warga Saluwa mulai sedikit tenang. Mereka baru terakses bantuan dari relawan. Bantuannya berupa kesehatan dan dapur umum untuk logistik.
Dua posko yang dibangun ACT itu menempati rumah warga yang kondisi tidak terlalu parah. Di sanalah warga-warga mulai mengadukan soal makan dan kondisi kesehatan. Untuk posko kesehatna ACT mengerahkan tiga orang relawan medis. Mereka tenaga dokter, bidan dan perawat.
Sejak Rabu (10/10) siang, dokter Ayu Dwi Mufidah terlihat begitu sibuk melayani pengungsi yang memeriksakan kesehatan. Satu per satu balita didiagnosa. Tidak ketinggalan juga para ibu-ibu. “Rata-rata pengungsi di sini mengalami ISPA dan penyaki kulit,” ungkap dokter Ayu kepada JawaPos.com.
Dalam menangani pasien di tengah kondisi darurat sepertinya Ayu sudah telaten. Tidak begitu canggung. Keberadaan Ayu di Sigi ini cukup unik. Ketika para dokter yang baru keluar dari kampus berupaya berlomba-lomba untuk menjadi tenaga medis di klinik atau rumah sakit, dia malah memilih berpraktik di tengah kondisi yang tidak memadai.
“Sebelumnya saya ikut menangani pengungsi di Lombok, mas,” sebut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Jember itu. Di Lombok, Ayu menangani pasien korban gempa selama 26 hari.
Perempuan yang berusia 24 tahun itu bercerita, menangani pasien yang menjadi korban bencana memiliki pengalaman tersendiri. Sebab tugas utama seorang dokter harus peka terhadap kondisi kemanusiaan. Hal itu membuat profesi seorang dokter menjadi istimewa. Alasan itulah yang membuat Ayu tidak ambil pusing terhadap rekan-rekan sejawatnya yang memilih berpraktik di rumah sakit.
“Kalau dibanding bertugas di klinik biasa saja, cuma ngelayanin pasien saja. Kalau di sini ada resa kepuasan tersendiri,” ujar dokter yang baru saja diwisuda pada Juni 2018 itu.
Selama berada di Palu dan masuk ke wilayah Sigi, Ayu melihat para pengungsi umumnya mengalami penyakit. Umumnya terkena ISPA dan penyakit kulit. Penyakit itu sangat wajar karena pasokan air, sanitasi dan MCK belum terbatas. Apalagi untuk wilayah Saluwa baru bisa ditembus para relawan Selasa lalu.
Disinyalir pada pengungsi tidak mandi dengan teratur. Tidur pun di luar rumah. Pasalnya mereka masih trauma dengan goncangan gempa yang dahsyat tersebut. Tidur di luar rumah pun tentulah rentan terhadap angin malam, gigitan nyamuk, dan lain sebagainya.
Di samping kondisi kesehatan, pengungsi di Sulteng juga mengalami trauma psikologis. Dampak itu sangat dirasakan para ibu hamil. Hal itu disebut Silvia Nisa, bidan yang menjadi relawan ACT. “Kesehatan kehamilannya kita pantau, ibu hamil terkadang persediaan obatnya minim dibanding kesehatan lain,” paparnya.
Selama berada di Sulteng, Nisa begitu semangat membantu ibu hamil di wilayah Sulteng. “Agar kesehatan ibu dan bayinya sehat,” jelas Nisa.
Sementara itu, Manager Komunikasi ACT Lukman Aziz Kurniawan menyebut, pihaknya baru dua hari bisa menembus Saluwa untuk membawa bantuan. Sebelumnya belum ada pihak yang berhasil menembus kawasan itu. Apalagi membawa bantuan logistik.
Umumnya tingkat kerusakan rumah warga di Desa Saluwa, Kecamatan Kulawi, mencapai 80 persen alias rusak berat. “Rumah-rumah di sini rata dengan tanah. walaupun ada yang utuh tapi tak seberapa,” terangnya.
Kata Lukman, sebelum pihak ACT berhasil menebus Saluwa, warga setempat baru sekali mendapat bantuan logistik. Bantuan itu diterima setelah helikopter milik TNI melintas di langit Saluwa. “Kata warga sini mereka baru dapat sebungkus mi instan dan sebiji telur,” ujarnya.
(rdw/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here