Beranda Lombok Barat Bantuan Stimulan Tahap II Segera Cair

Bantuan Stimulan Tahap II Segera Cair

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA MEMBANGUN: Salah satu RISHA yang tengah dibangun di wilayah Narmada.

LOBAR —Bantuan stimulan tahap II untuk pembangunan rumah bagi warga korban gempa, segera diterima. Di tahap II ini, aggaran yang akan diterima mencapai Rp 105 miliar untuk 2.114 unit rumah yang mengalami rusak berat.
Sebelumnya, pada bantuan tahap pertama sudah ditransfer kepada 379 Kepala Keluarga (KK). Bahkan 40 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) sedang dibangun di wilayah Narmada. “Tahap dua sudah ditransfer untuk bangunan tahan gempa,” kata Kabid Perumahan Dinas Perumahan Dan Pemukiman (Disperkim) Lobar, L Ratnawi, kemarin.
Pembangunan RISHA memang terkendala panel yang terbatas. Sebab masih dalam proses pada pabrikasi. Pihaknya sendang mengusahakan agar pabrikasi panel RISHA bisa di masing-masing kecamatan. “Kalau kirim dari luar daerah takutnya tidak sesuai. Terus lama pengiriman dan ongkosnya,” sambungnya.
Pada pembangunan tahap pertama untuk 379 unit itu, tidak seluruhnya memilih RISHA. Terdapat sebagian warga memilih membangun rumah konvensional. Hanya saja rancangan gambar hingga ukuran diberikan pendampingan dari Kementerian PU-PR. “Jadi tidak sembarangan membangun karena berkaitan dengan struktur anti gempa,” imbuhnya.
Mengenai proses uji publik atas data kerusakan 37 ribu rumah yang sudah terverifikasi, akan berakhir hari ini. Hasil uji publik yang dilakukan oleh pihak desa akan melaporkan kepada Dinas Perkim. “Baru kita ketahui ada tambahan dari 73 ribu lebih itu,” ucapnya.
Apabila dari 73 ribu itu ditemukan memperoleh bantuan dari sumber lain, besar kemungkinan tidak akan menerima bantuan stimulan itu. Sesuai ketentuan, tidak boleh memperoleh dobel bantuan. “Harus pilih salah satu,” tegasnya.
Sementara Kepala Disperkim Lobar, HL Winengan menambahkan, pihaknya sangat berhati-hati dengan bantuan tersebut. Sebab niat baik untuk membantu masyarakat jangan sampai menjerat dalam proses hukum. “Kita ikhlas membantu masyarakat. Soal keuangan ada di masyarakat, karena keuangan mereka yang tahu,” katanya.
Menurutnya, dengan keberadaan Kelompok Masyarakat (Pokmas) maka membantu dalam menekan pembiayaan. Karena warga membangun secara gotong royong. Apabila ada kelebihan uang setelah membangun, akan kembali ke kas daerah. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here