Beranda Praya Metro 5 Ribu Hektare Padi Gagal Panen

5 Ribu Hektare Padi Gagal Panen

BERBAGI
ILUSTRASI

PRAYA — Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lombok Tengah (Loteng) merilis, terdapat 5 ribu hektare (ha) lahan yang ditanami padi dipastikan gagal panen tahun ini. Penyebabnya, musim kemarau yang menyebabkan tidak ada air. Dimana, sebelumnya banyak petani di Loteng ngotot menanam padi. Hasilnya mereka pun gagal panen di musim tanam kedua.

Kepala Distanak Loteng, Lalu Iskandar mengakui petani yang gagal panen ini melakukan penanaman di wilayah yang memang tidak mendapat dukungan dari pemerintah. Nyatanya, petani tetap melakukan penanaman.
“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait berapa wilayah yang mampu diairi oleh ketersediaan kita saat ini. Sehingga kami juga sudah menyarankan, hanya saja hal itu tetap dilakukan petani,” jelasnya.
Iskandar menjelaskan, untuk mengatasi gagal panen pihaknya juga tidak merekomendasikan untuk menanam padi. Karena memang kondisi air yang tidak terus menyusut. “Kami memastikan luas wilayah kita yang gagal panen saat ini jauh berkurang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” yakin dia.
Namun pihaknya tidak ingin menyalahkan siapapun dalam persoalan ini. sebab, yang terpenting menurutnya adalah, bagaimana para petani tidak mengalami kerugian, untuk itu pihaknya saat ini sedang mengusulkan untuk bantuan bibit padi kepada para petani yang mengalami kerugian itu.
“Sudah kami usulkan untuk dapat subsidi dan datanya sudah ada di kami. Mudahan bisa terealisasi,” harap Iskandar.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Loteng, L Muhibban mempertanyakan langkah yang dilakukan oleh Pemkab terkait dalam memberantas kemiskinan. Itu terlihat selama ini, para petani sangat banyak yang mengalami kerugian yang disebabkan gagal panen.
“Fakta di lapangan petani banyak gagal panen,” katanya tegas.
Politisi Gerindra itu menilai, jika selama ini pemerintah tidak sigap dalam mengatasi kekeringan yang menyebabkan para petani menjadi rugi. Pemerintah harusnya memperbanyak turun ke lapangan memberikan informasi kepada masyarakat.
“Air sulit dan petani gagal panen, setidaknya pemerintah peduli dengan nasib para petani,” kata Muhibban. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here