Beranda Lombok Utara Tenaga Medis Terkendala Regulasi

Tenaga Medis Terkendala Regulasi

BERBAGI
ROHADI/RADAR MANDALIKA Hj. Ermalena

KLU —Pemberian tunjangan kaget bagi tenaga pendidikan yang disalurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu, juga dipandang layak diberikan kepada tenaga medis. Namun persoalannya untuk memberikan tenaga medis ini masih terkendala payung hukum.

“Kami sudah kordinasi dengan Kementerian Kesehatan kaitan dengan itu. Tapi sekarang masih sedang dicari payung hukumnya,” ungkap anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena di Lombok Utara, kemarin.
Meski demikian, apa yang menjadi kendala tersebut akan dicarikan celahnya dengan target Minggu ini bisa tuntas. Baik dengan membentuk Kepres atau lainnya yang sesuai. Sehingga nantinya mimpi tenaga medis untuk mendapat tunjangan kaget tersebut bisa diwujudkan.
“Kalau pos anggaran setelah kami bicarakan dengan Kementerian Kesehatan sudah siap, namun masalahnya di aturan yang belum ada,” ujarnya.
Ia menerangkan kaitan dengan tenaga pendidik bisa secepat itu mendapat tunjangan kata Hermalena jelas dalam masing-masing kementrian memiliki prioritas dan kebijakan tersendiri. Dimana untuk pendidikan pemerintah memprioritaskan anggarannya yakni 20 persen dari anggaran APBN, termasuk untuk kafasitas SDM di dalamnya.
Namun untuk tenaga kesehatan tidak kalah memiliki peran penting terutama dalam penanganan bencana gempa yang mengguncang Lombok Utara 5 Agustus lalu. Mereka harusnya berkumpul dengan keluarga namun rela berpisah sementara untuk menolong korban gempa yang mengalami luka-luka tertimpa reruntuhan bangunan. Sehingga diharapkan kepada pemerintah harusnya menilai dengan bijak atas situasi di Lombok Utara.
Untuk diketahui, melalui Kementrian Kesehatan, tenaga honorer dan PNS guru di Lombok Utara diberikan tunjangan cukup besar. Dimana untuk honorer diberikan senilai Rp 12 juta, dan PNS sebesar Rp 9 juta. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here