Beranda Headline Reaksi Bupati Lobar Atas Oknum Guru Pengedar Narkoba

Reaksi Bupati Lobar Atas Oknum Guru Pengedar Narkoba

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA TANGGAPI: Bupati Lobar H Fauzan Khalid didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua Komisi IV DPRD Lobar.

Geram Ulah Oknum Pendidik, Siapkan Tes Urine Bagi ASN

Tertangkapnya oknum guru asal Narmada sebagai pengedar narkoba, mencoreng dunia pendidikan di Lobar. Bupati pun bereaksi keras atas penangkapan tersebut.
WINDY DHARMA-LOBAR
KESAL. Ekspresi itu terbaca dari raut wajah Bupati Lobar H Fauzan Khalid. Penangkapan seorang oknum guru pegawai negeri sipil (PNS) asal Narmada, sungguh mencoreng dunia pendidikan Lobar.
Guru yang seharusnya menjadi teladan bagi siswanya, justru mengedarkan barang haram yang bisa merusak masa depan generasi muda penerus bangsa. Hal itu begitu disesali Fauzan. “Keterlaluan. Mestinya sebagai guru atau ibu memberikan contoh yang baik kepada orang lain. Apalagi ke anak didiknya,” ujar Fauzan dengan nada kesal.
Diketahui, oknum guru insial ER (48) bersama suaminya GN (46) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polda NTB karena diduga mengedarkan narkoba ke kalangan pelajar di Narmada. Dari tangan para pelaku diamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 1,5 gram. Selain uang tunai diduga hasil penjualan sebesar Rp 3,6 juta yang ditemukan dik ediaman pelaku di Desa Nyiurlembang Narmada. Serta uang Rp 200 ribu di kantong celana pelaku.
Dalam penyelidikan kepolisian, pasangan suami istri (pasutri) ini tidak hanya menyasar orang dewasa sebagai pelanggannya. Namun juga kalangan pelajar SMA.
Ulah pasutri itu membuat Fauzan semakin geram. Dugaan sebagai pemain lama dalam bisnis barang haram itu pun semakin menguat. “Bisa jadi bisnis (narkoba) itu jadi pekerjaan pokoknya. Guru malah jadi sampingan,” kata Fauzan menduga.
Sebagai ganjarannya, pasutri itu harus menjalani proses hukum di Polda NTB. Kedua pelaku dikenakan pasal 112 ayat (1), pasal 114 Ayat (1), dan pasal 131 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara minimal 5 tahun atau maksimal seumur hidup.
Tidak ingin hal itu terulang, Fauzan mengingatkan seluruh masyarakat termasuk ASN untuk menjauhi narkobar. “Saya sudah meminta agar yang bersangkutan ditindak dengan tegas,” tandasnya.
Langkah pencegahan pun akan diambil Pemkab Lobar. Dalam waktu dekat ini, tes urine akan dilakukan kepada seluruh ASN lingkup Pemkab Lobar. Tes urine langsung dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN). “Kita akan siapkan lagi tes urine atau rambut. Biar menjadi shock terapi bagi ASN yang mau coba-coba,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here