Beranda Praya Metro Pemasaran Produk Pertanian Lokal Lemah

Pemasaran Produk Pertanian Lokal Lemah

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA REBUTAN: Sejumlah ASN nampak sedang berbelanja di stand produk pertanian lokal di Alun Tastura, Jumat lalu.

PRAYA — Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah (Loteng), L Iskandar mengaku pemasaran produk pertanian masih lemah hingga sekarang. Untuk itu, pihaknya melakukan pemasaran dengan membuka sejumlah stand di Alun Tastura, Jumat lalu.
Iskandar menyampaikan, langkah ini dilakukan sebagai promosi dan membantu petani dalam melakukan pemasaran. Itu dilakukan karena, pemasaran produk pertanian lokal sulit. Selain itu, petani seringkali terjebak dan dihadapkan oleh permainan pengepul yang selalu mendapatkan keuntungan lebih jika dibandingkan dengan petani. Hal ini akibat dari ketidakmampuan petani dalam menguasai dan mengakses informasi pasar, sehingga sulit untuk menentukan harga produknya yang pada akhirnya petani selalu dalam posisi dirugikan.
“Sehingga dengan terlaksananya pasar ini, tentu akan sangat membantu mereka,” yakin Iskandar.
Dia mengaku, sebenarnya alasan paling penting sehingga pihaknya membuat pasar tani, sekaligus sebagai ajang untuk melihat seberapa besar respons masyarakat atau konsumen mencintai dan membeli produk petani secara langsung dalam pasar tani. Namun, kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat.
“Untuk pasar tani berikutnya akan dikemas lebih baik lagi,” tuturnya.
Iskandar mengaku, wilayah Loteng sangat kaya dengan hasil produk pertanian, tetapi memang pihaknya mengakui bahwa pemasaran masih kurang. Namun pihaknya sekarang sudah mulai berpikir untuk bagaimana agar barang mereka bisa dipasarkan hingga luar daerah. Terlebih lagi, pembangunan hotel nantinya di KEK Mandalika, pastinya produk pertanian tentu harus bersaing untuk bisa masuk di sana.
“Tapi terlepas dari itu, agar produk mereka laku, kami akan memperbaiki kemasan produk mereka,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT memberikan apresiasi dalam kegiatan pasar tani ini. Pasar tani sebagai ajang memasarkan produk petani kepada konsumen dengan harga yang murah.
“Saya tekankan kegiatan pasar tani agar dilakukan sebulan sekali,” perintah Suhaili.
Bupati menegaskan, upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah kedepanya agar memfasilitasi pemasaran produk pertanian secara langsung. Apalagi pihaknya melihat dalam pasar tani, berbagai macam produk pertanian ditawarkan. Mulai dari hasil pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan maupun perkebunan baik dalam kondisi segar maupun dalam bentuk hasil olahan.
“Kita harapkan kedepanya juga semua hotel atau restoran agar memanfaatkan semua produk pertanian lokal,” jelasnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here