Beranda Mataram Mataram Mantap Menuju DTU

Mataram Mantap Menuju DTU

BERBAGI

MATARAM —Tim Evaluasi dan Penilaian Daerah Tertib Ukur (DTU) dari Kementerian Perdagangan RI mendatangi Kota Mataram, kemarin. Tim penilai akan melakukan evaluasi dan penilaian, serta peninjauan di lapangan. ”Tim juga akan memvalidasi semua kegiatan-kegiatan yang ada di wilayah Kota Mataram,” kata Ketua Tim Evaluasi dan Penilaian Daerah Tertib Ukur dari Kemenetrian Perdagangan RI, Haris Sutanto Broto saat penerimaan di ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, L Alwan Basri menjelaskan, di Kota Mataram terdata Ukur Takar Timbang Perlengkapannya (UTTP)berjumlah 16.933 buah. Sedangkan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) sebanyak 25 produsen. ”Untuk BDKT sebenarnya lebih dari 100, akan tetapi difokuskan ke 25 produsen yang merupakan binaan dari Dinas Perdagangan Kota Mataram,” jelasnya.
Selain pendataan, tim dari Dinas Perdagangan juga selalu melakukan pengawasan serta penyisiran di dalam maupun di luar pasar. Untuk pengawasan yang di luar pasar, Tim bekerjasama dengan Satpol PP dan kepolisian.
Saat penyambutan tim, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Mataram, L Martawang mengatakan, penyelenggaraan metrologi legal pada era otonomi daerah saat ini, selain didasarkan pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981, Juga harus selaras dengan sistem pemerintahan desentralisasi yang berdasar pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Melalui undang-undang ini, kewenangan penyelenggaraan bidang metrologi legal dibagi dalam dua strata pemerintahan, yaitu pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota.
Adapun urusan yang berkaitan dengan pelaksanaan tera dan tera ulang alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) serta pengawasan kemetrologian menjadi kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota. Dilandasi kesadaran akan pentingnya kemetrologian untuk memberikan jaminan kebenaran atas hasil pengukuran dalam setiap kegiatan ekonomi dan kepentingan umum, maka Pemerintah Kota Mataram telah ikut menandatangani Komitmen Kerja dalam rangka pembentukan Daerah Tertib Ukur (DTU) tahun 2018. Pembentukan Daerah Tertib Ukur merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan citra Kota Mataram dan memberikan jaminan kebenaran atas hasil pengukuran dalam setiap transaksi perdagangan, pelayanan kepentingan umum dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. ”Sehingga akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah serta menumbuhkan keterbukaan dalam pelayanan publik,” katanya,
Martawang menyampaikan bahwa potensi alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) di Kota Mataram saat ini mencapai 228 ribu. Dari jumlah UTTP tersebut, sebagian besar dipergunakan di rumah tangga pelanggan listrik dan air, pasar rakyat dan pasar modern, pusat perbelanjaan, unit layanan kesehatan termasuk posyandu, jasa transportasi dan pengiriman barang. SPBU dan SPPBE serta perusahaan yang menghasilkan Barang Dalam Keadaan Terbungkus.
Sedangkan, jumlah pasar yang telah mendapatkan penetapan sebagai pasar tertib ukur sampai dengan tahun 2017 sebanyak 10 pasar. ”Terima kasih atas pendampingan secara intensif dari Kementrian Perdagangan RI, dan kedepannya kami akan bisa memberikan kepastian pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Mataram,” pungkas Asisten I Setda Kota Mataram ini. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here