Beranda Lombok Utara Kerugian PDAM Tembus Rp 25 Miliar

Kerugian PDAM Tembus Rp 25 Miliar

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PERBAIKAN: Salah seorang petugas saat melakukan perbaikan terhadap pipa bocor di pinggir jalan beberapa waktu lalu.

KLU —Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Utara, Raden Waliadin membeberkan kondisi kerugian yang dialami perusahaan akibat bencana gempa yang terjadi lalu. Ia menyampaikan, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 25 miliar lebih.
“Kerugian yang kita alami ini dengan mengitung kerusakan fasilitas jaringan, dari broncap mata air hingga kerusakan kantornya dan juga sejumlah perpipaan dan meter yang hancur,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, itungan kerugian yang dialami masih bersifat sementara. Namun, kerugian tersebut sudah disampaikan ke pihak terkait, seperti Kementerian PUPR, BNPB, BPBD dan DPRD juga sejumlah instansi terkait lainnya untuk diketahui.
Diakuinya, kerugian terbesar dialami PDAM terletak pada pelayanan pelanggan, karena alat meteran yang menjadi tolak ukurnya rata-rata mengalami rusak berat. Di samping pada jaringan pipa dan broncap yang ada di mata air Jonplanka Anjah Kecamatan Gangga.
“Kita totalkan sementara kerugian kerusakan meteran kita mencapai Rp 7,5 miliar lebih. Pelanggan rumah tangga saja mencapai 7 ribu, belum lagi perusahaan dan perkantoran,” jelasnya.
Ia berharap, untuk saat ini masyarakat bisa kembali lagi ke rumahnya masing-masing dari tempat pengungsian. Tujuannya supaya bisa lebih mudah penangan untuk perbaikan kerusakan meteran pelanggan. Sebab kerusakan meteran itu menjadi tanggung jawab PDAM.
Sedang untuk jumlah pendapatan yang hilang pasca gempa sampai saat ini, diakuinya mencapai Rp 5 miliar lebih. Sebab dibandingkan itungan dari besaran pendapatan sebelum bencana, bisa mencapai Rp 1 miliar lebih perbulannya.
“Kalau sekarang ini PDAM hanya mengandalkan pendapatan dari pelanggan hotel dan perkantoran yang ada. Itupun tidak banyak jumlahnya,” jelasnya.
Sedangkan untuk pelanggan dari masyarakat tidak begitu banyak. Sebab yang sudah beroperasi pun hanya di bebankan biaya beban dasar saja untuk operasionalnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here