Beranda Headline Nelayan Penyelam Kompresor Alami Kelumpuhan

Nelayan Penyelam Kompresor Alami Kelumpuhan

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA SERAHKAN: Dandim Lotim 1615 mewakili Danrem, saat menyerahkan bantuan kursi roda dan paket kebutuhan pokok. Bantuan diterima Sunardi, nelayan kompresor lumpuh asal Desa Serewe, kemarin.

Danrem Bantu Kursi Roda

LOTIM – Sebanyak enam nelayan penyelam kompresor asal Desa Serewe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) mengalami kelumpuhan. Enam nelayan itu, mendapat perhatian dari Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti. Perhatian Danrem ini, dalam bentuk bantuan kursi roda dan sejumlah kebutuhan pokok. Bantuan Danrem ini, diserahkan langsung Komandan Kodim (Dandim) 1615 Lotim, Letkol Inf Agus Setiandar, kemarin.
“Ada enam kursi roda dan 20 paket kebutuhan pokok, diberikan pada nelayan penyelem kompresor yang mengalami kelumpuhan,” kata Letkol Inf Agus Setiandar, pada Radar Mandalika, kemarin.
Selain enam orang di Kecamatan Jerowaru yang mengalami kelumpuhan total, beberapa orang penyelam kompresor lainnya, sudah menunjukkan tanda-tanda akan mengalami kelumpuhan. Tanda-tanda itu dilihat dari kaki yang dirasakan mulai kaku. Bukan saja kelumpuhan, tapi tanda-tanda akan menderita tuli. “Malah ada yang penyelam kompresor kita yang sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Nelayan-nelayan ini lanjut Agus, merupakan korban kebutaan ilmu pengetahuan tentang menyelam. Mereka tidak tahu seperti apa hukum alam. Sebab desakan kebutuhan untuk menyambung hajat hidup keluarga, serta masa depan anak-anak mereka. “Setelah ngobrol dengan mereka, nelayan kita ini benar-benar buta tentang pengetahuan menyelam. Tidak ada proses pembelajaran, batas kedalaman, batas waktu menyelam dan naik atau turun. Itu yang menyebabkan nelayan kita menjadi lumpuh,” tegas Agus.
Mengingat para korban kompresor itu tak lagi bisa melaut, pihaknya akan mengupayakan komunikasi dengan berbagai pihak, agar bisa dibantu modal usaha. Kemudian bisa diberikan bantuan biaya berobat, sebab biaya pengobatan dibutuhkan cukup besar.
Terlebih, pengobatan hanya dilakukan ke Mataram dan membayar alat Chamber, karena alat tersebut tak ada di Lotim. “Insya Allah, akan kita upayakan komunikasi. Dan mengalihkan pola lain mencari ikan para penyelam kompresor ini. Seperti memancing, menjaring, keramba ikan, atau menjadi petani rumput laut,” katanya seraya berharap, semoga dalam waktu dekat ada tangan Tuhan datang menyentuh mereka. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here