Beranda Headline Kuripan Timur Krisis Air Bersih

Kuripan Timur Krisis Air Bersih

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA SALURKAN: Anggota SatBinmas bersama Humas Polres Lobar saat menyalurkan air bersih di Dusun Rarangan, Desa Kuripan Timur, kemarin.

LOBAR—Kekeringan melanda Desa Kuripan Timur sejak beberapa bulan lalu. Akibatnya warga setempat sangat kesulitan memperoleh air bersih. Terlebih belum ada pipa PDAM yang masuk ke desa setempat. Warga hanya mengandalkan air sumur yang kini telah mengering.
Kondisi itu membuat Polres Lombok Barat (Lobar) turun mendistribusikan air bersih langsung kepada warga, kemarin. Membawa satu tangki mobil berisi air bersih, jajaran SatBinmas dan Humas Polres membagikan air bersih di Dusun Rarangan dan Batu Banteng.
Warga dua dusun itu merasa bersyukur adanya bantuan air bersih dari Polres Lobar. “Alhamdulillah, soalnya kita kesulitan air bersih beberapa bulan ini,” ujar Linda, warga setempat disela mengambil air.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya, warga terpaksa menempuh jarak 1 kilometer. Mengambil air di perbatasan wilayah dengan Lombok Tengah. Warga pun harus bolak balik hingga empat kali dalam sehari dengan membawa jirigen berisi 10 liter.
“Itu cukup buat sehari saja, buat masak mencuci. Nggak cukup kalau buat mandi,” ungkap wanita ini.
Kekeringan sudah menjadi langganan tiap tahunnya. Namun tahun ini yang terparah, hingga membuat seluruh air sumur warga desa setempat mengering. Bahkan para petani terpaksa tidak bekerja lantaran lahan pertanian yang turut mengering.
“Ini kendalanya kalau kemarau panjang buat sektor pertanian kita. Kalau tahun kemarin bisa kita panen dua kali setahun, sekarang cuma sekali saja,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Kuripan Timur, Rajab.
Para petani terpaksa beralih profesi akibat kekeringan menjadi pembuat batu bata. Namun para petani tetap harus membeli air untuk campuran pembuatan batu bata. Ia juga bersyukur datangnya sejumlah bantuan air bersih. Termasuk dari pihak Polres Lobar. “Kita sangat berterima kasih kepada Polres,” ucapnya.
Diakui, kekeringan ini melanda empat dusun di Desa Kuripan Timur. Yaitu Dusun Rarangan, Batu Banteng, Berambang dan Blunsu. Surat permintaan untuk pemasangan pipa PDAM sudah beberapa kali dikirim kepada pihak perusahan daerah itu. Namun hingga kini belum ada tanggapana. Dengan diperolehnya program Pamsimas diharapkan bisa mengatasi permasalahan air bersih.
Sementara itu, KBO Sat Binmas Polres Lobar, Ipda I Made Sudra mengaku jika distribusi air bersih dilakukan setiap tahunnya. Bahkan setiap harinya sebanyak dua tangki air bersih disalurkan ke daerah terdampak kekeringan. Termasuk juga membantu kebutuhan air bersih bagi korban gempa beberapa waktu lalu.
“Sasaran prioritas kita untuk kekeringan seperti di Sekotong, ada juga untuk korban gempa termasuk ke Senggigi, Batulayar, Gunung Sari. Sekarang ini karena ada laporan warga Dusun Rarangan Kuripan Timur, kita salurkan biar warga terbantu,” jelasnya.
Bekerjasama dengan pihak Damkar dan PDAM untuk air bersihnya. Prioritas penyaluran ke daerah yang melaporkan kebutuhan air bersih. Selain dropping air bersih, Polres juga menyelipkan imbauan kepada masyarakat. Terkait penyelengaraan Pileg, Pilpres dan Pilkades yang akan segera diselenggarakan.
Langkah preventif ini dilakukan agar masyarakat menjaga kondusifitas.
“Diberikan penjelasan bagaimana nantinya pemilu ke depan, biar aman, nyaman dan sejuk setiap harinya,” ujarnya.
Kasubag Humas Polres Lobar, Iptu I Ketut Sandiarsa menambahkan, segala laporan kekeringan langsung direspon oleh pimpinannya. Seluruh daerah yang dilaporkan kekeringan langsung diberikan bantuan air. “Kita prioritas kepada yang meminta, ada jadwalnya. Setiap hari kita usahakan dua tangka, agar semua masyarakat bisa dapat,” pungkasnya. (win/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here