Beranda Lombok Barat Bantah Selewengkan Anggaran

Bantah Selewengkan Anggaran

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA Mastur

LOBAR —Kepala Desa Kuripan Induk, Mastur membantah tudingan telah penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Menyusul adanya laporan sekelompok warga atas dugaan itu ke Polres Lobar, kemarin.
Mastur diduga menyelewengkan pengadaan mesin giling daging, insentif penghulu. Hingga pengunaan DD dan ADD dari 2013-2018. “Tidak benar tuduhan itu,” bantahnya saat dikonfirmasi di kantor desa setempat, kemarin.
Terkait mesin giling daging, kata dia, dibeli sesuai dengan harga survey dari Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPKD). Dengan harga seluruhnya mencapai Rp 80 juta. Namun Inspektorat menemukan ada selisih harga dari survey tersebut mencapai sekitar Rp 6 juta. Sehingga disarankan kepada TPKD untuk mengembalikan selisih harga tersebut. Pengembaliannya pun sudah berproses. “Mesin itu original, bukan bekas seperti yang dituduhkan itu. Tidak benar yang dituduhkan itu, boleh tanya tempat beli itu,” ujarnya.
Mengenai pemeriksaan DD maupun ADD sudah lebih dahulu dilakukan BPK, BPKP dan Inspektorat. Mengingat hal itu menjadi ranah lembaga tersebut. Ia pun tidak berani mencatut uang negara.
“Insentif penghulu kita tidak berani kotak katik karena tanggung jawab kita ke negara. Kalau penghulunya tidak bertugas, uangnya insentif dikembalikan ke APBDes,” bebernya.
Ia menduga ada sekelompok warga yang sengaja mengulirkan isu tersebut, karena sarat muatan politisasi. Mengingat Mastur akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) tahun ini.
Sejak adanya dugaan pelaporan itu ke polisi, muncul sejumlah oknum yang menghubunginya via telepon mengaku sebagai Kapolres dan Wakapolres Lobar. Hal itu mengganggu ketentraman dirinya dalam menjalankan tugas.
“Itu oknum yang mengaku-ngaku, saya tahu suara Pak Kapolres dan Wakapolres. Masih segar suaranya dalam ingatan saya,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Setelah diterimanya surat permintaan dokumen untuk penyelidikan dari pihak Polres Lobar. Bahkan ia siap menempuh jalur hukum dengan melaporkan balik sekelompok warga tersebut atas dugaan pencemaran nama baik. “Kasus orang-orang ini akan saya laporkan di kemudian hari. Banyak kasusnya orang-orang yang melaporkan saya ini sebenarnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono membenarkan adanya pengaduan yang masuk terkait dugaan itu. Pihaknya masih akan menyelediki lebih dahulu dokumen yang diminta dari desa. Menyesuikan isi dokumen tersebut dengan realisasinya. “Kita memeriksa dokumen dulu, nanti dari dokumen itu siapa yang bertanggung jawab untuk pengunaannya,” ungkapnya.
Terkait dengan telepon oknum yang mengatas namakan Kapolres dan Wakapolres, Priyo mengimbau untuk tidak mempercayainya. Sebab pihak kepolisian hanya memanggil seseorang melalui surat resmi tertulis, tidak mengunakan telepon. “Mungkin manusia kardus yang telepon itu. Pak Kades jangan percaya sama telepon itu. Kita kalau mau memanggil pasti bersurat,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here