Beranda Headline Uang Masjid Ditilap Oknum Anggota Dewan

Uang Masjid Ditilap Oknum Anggota Dewan

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA LAPORKAN: Penasihat Hukum pengurus Masjid Genteng Desa Tenigu, Tanjung, KLU, Lalu Anton Hariawan didampingi ketua pengurus masjid, Abdul Kadir dan perwakilan pemuda melaporkan oknum anggota DPRD NTB ke Polda, kemarin.

MATARAM – Entah apa yang ada di pikiran oknum anggota DPRD NTB inisial, MS ini. Dia diduga menilap uang pembangunan masjid di Beriri Genteng, Desa Tenigu Tanjung, KLU. Atas kasus ini, anggota dewan itu pun dilaporkan ke Ditreskrim Polda NTB, kemarin.
Adapun jumlah uang untuk pembangunan masjid yang ditilap dewan itu, Rp 35 juta yang diambil pada tahun 2016. Saat tu, dia mengaku hendak meminjam uang tersebut, janji akan dikembalikan dengan memberikan aspirasinya. Nyatanya, sampai sekarang tak kunjung dikembalikan.

Penasehat Hukum, Lalu Anton Hariawan membeberkan krnologis pengambilan uang ini terjadi. Dimana dana sebesar 35 juta itu dipinjam MS melalui panitia pembangunan masjid untuk keperluan pelantikan sebagai anggota DPRD Provinsi tahun 2016 silam. Saat itu, MS berjanji akan mengembalikan uang tersebut dalam waktu dekat. Sementara itu, oknum anggota dewan itu juga berjanji akan memberikan bantuan program untuk pembangunan masjid, nyatanya sudah dua tahun berjalan tidak ada kejelasan.
Wakil rakyat yang diketahui dari partai besar ini, hanya berkoar janji saja. Namun faktanya selalu ingkar. Karena merasa bosan menagih uang masjid agar dikembalikan, akhirnya pengurus masjid melalui penasehat hukumnya membawa persoalan itu ke ranah hukum.
“Kami tadi (kemarin, Red) laporkan ke Polda,” terang Anton di Mataram kepada media.
Katanya, pengurus masjid MS selama ini menghilang, tidak pernah silaturahmi kepada masyarakat mukim masjid. Bahkan berkali kali diajak musyarawah, dan beberapa tokoh pengurus masjid mendatangi rumahnya, namun hanya bisa berjanji sehingga langkah hukum menjadi solusi akhir yang ditempuh. Termasuk dirinya yang diberikan kuasa juga sempat membagun komunikasi bersama oknum dewan itu, namun tidak ada jawaban pasti melainkan janji saja sehingga bersama ketua pengurus Masjid, Abdul Gofur dan beberapa perwakilan pemuda didampingi Anton melaporkan MS.
“Hukum langkah terakhir,” tegasnya.
Anton juga sempat membeberkan tidak saja soal dugaan penggelapan uang kas masjid, secara personal ada warga yang dalam waktu dekat juga akan melaporkan MS karena juga pernah diduga ditipu. Namun Anton tidak menyebutkan siapa yang akan melaporkannya nanti, mengingat urusan urusan pribadi. Anton mengaku sempat mendengar kabar kalau setelah gejolak uang kas masjid itu bermunculan dikalangan publik, masalah yang sama juga dialami warga sehingga atas tindakan itu MS juga dalam waktu dekat akan kembali dilaporkan.
“Urusan personal kalau yang ini,” cetusnya.

Sementara itu, MS yang dikonfirmasi terpisah membenarkan dirinya telah meminjam uang kas masjid dan belum dikembalikan. Namun ia mengaku ada itikad baik akan mengembalikan uang kas masjid tersebut hanya saja mungkin secara perlahan. Dengan dilaporkannya kepada pihak berwajib, MS mengaku ia sudah mengirim orangnya untuk menemui pengurus masjid sebagai bentuk itikad baik mengembalikan dana yang dipinjamnya itu.
“Saya pasti akan kembalikan, saya minta ke waktu ke mereka uangnya masih dicarikan. Saya pasti ada niat baik mengembalikan uang itu,” jawab MS kepada media saat dikonfirmasi.
“Saya akan kembalikan uang itu,” tambah dia lagi.
Sementara itu, terkait aspirasi program pembangunan masjid itu sudah ada, tinggal menunggu waktu realisasi saja oleh Biro Kesra Setda Provinsi NTB. Sebetulnya bantuan itu kata dia, sudah ada hanya saja dipakai Kesra untuk menutupi bantuan korban gempa di KLU. Mengingat pemerintah hari ini, masih fokus pemulihan pasca gempa. Untuk memastikan program tersebut, kata dia dirinya sudah mengkofirmasi Kesra langsung melalui stafnya di DPRD NTB dan benar sedang dalam proses realisasi mengingat model program ini merupakan ranahnya eksekutif.
“Saya sudah finalkan. Nggak ada niat bohongi panitia masjid,” klitnya.
Masalah yang sama tidak saja untuk panitia masjid Beriri Genteng, Desa Tenigu Tanjung, KLU tetapi tiga pantia pembangunan masjid dan musala lainnya juga belum ditransfer pihak Kesra.
“Hanya keterlambatan saja kok masalahnya,” klitnya lagi. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here