Beranda Headline Sambut Pemilu dengan Damai

Sambut Pemilu dengan Damai

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SERUKAN KEDAMAIAN: Peserta apel besar Kaposkamling dan deklarasi pemilu damai di Kota Mataram, kemarin.

MATARAM – Tahapan pemilihan presiden (Pilpres), dan pemilihan legislative (Pileg) 2019 telah dimulai. Untuk itu, kemarin (8/10) digelar apel besar Kepala Poskamling (Kaposkamling) tahun 2018. Dirangkaikan deklarasi Pemilu Damai di halaman Kantor Wali Kota Mataram.
Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan, meski saat ini Kota Mataram tengah berada dalam masa pemulihan pascabencana. Dirinya tidak ingin upaya untuk bersama-sama mewujudkan Kota Mataram yang lebih maju menjadi terhambat karena situasi Kota Mataram dianggap tidak kondusif dan tidak aman. Untuk itu semua pihak perlu untuk merapatkan barisan, mencegah segala bentuk gangguan ketentraman dan ketertiban yang timbul di tengah masyarakat. Dengan mengaktifkan kembali kegiatan siskamling. “Saya berharap kita semua siap untuk menempatkan diri sebagai pengawal ketentraman dan ketertiban di lingkungan kita masing-masing,” kat Wali Kota.
Saat ini telah memasuki masa kampanye dalam rangka Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Masa ini dapat dikatakan sangat rawan karena perbedaan pilihan kerap menjadi sumber perpecahan.
Karena itu Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat menyambut pesta demokrasi dalam suasana yang sejuk dan damai. Jangan sampai masyarakat Kota Mataram tercerai berai karena pilihan yang berbeda. Serta melaksanakan kampanye yang damai, sejuk, dan berintegritas, yang artinya adalah kampanye yang anti hoax, anti isu SARA, anti ujaran kebencian, dan anti money politic.
Di akhir sambutannya, Wali Kota juga membacakan Ikrar Pemilu 2019 yang wajib dipatuhi oleh segenap unsur pimpinan daerah, penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, peserta pemilu, serta seluruh elemen masyarakat Kota Mataram.
Ikrar Pemilu 2019 berisi pernyataan bahwa semua pihak siap mensukseskan Pemilu 2019 yang aman dan damai, menolak segala bentuk intimidasi, fitnah, berita hoax, ujaran kebencian, politisasi SARA, dan politik uang yang dapat menimbulkan perpecahan dalam masyarakat, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan dinamis.
Terhadap pemasangan atribut kampanye, menurut Wali Kota, telah ada aturan yang dibuat KPU dengan diawasi Bawaslu. “KPU dan Bawaslu secara koordinatif telah sama-sama memiliki kebijakan mana lokasi yang boleh dan tidak terpasang atribut kampanye. Semua pihak yang juga memiliki kewajiban menjaga keindahan kota,” tegasnya.
Mengakhiri kegiatan, seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaran Pemilu 2019. Seperti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Kapolres Mataram, Dandim 1606 Lobar, Kajari Mataram, Ketua Pengadilan Negeri Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, Ketua KPU Kota Mataram, Ketua Panwaslu Kota Mataram, Kepala Kesbangpol Kota Mataram, Danyon 742 SWY, Kepala Kemenag Kota Mataram, Ketua MUI Kota Mataram, Ketua FKUB Kota Mataram, dan jajaran Pimpinan Parpol se-Kota Mataram, berkesempatan membubuhkan tanda tangan Deklarasi Pemilu 2019. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here