Beranda Headline Ratusan Huntara Terbangun di Dusun Apit Aiq

Ratusan Huntara Terbangun di Dusun Apit Aiq

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TERBANGUN: Deretan n Huntara yang dibangun di Dusun Apit Ayiq, Desa Guntur Macan, kemarin.

Pemdes Terus Cari Donatur

LOBAR—Sebanyak 150 unit Hunian Sementara (Huntara), telah dibangun di Dusun Apit Aiq, Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari. Huntara itu diperoleh pemerintah desa (Pemdes) setempat dari bantuan dua Badan Usaha Milik Negera (BUMN). Yaitu Bank BRI dan PT PLN.
Kepala Desa Guntur Macan, H Murni mengatakan, 150 unit Huntara itu diperuntukan bagi 300 kepala keluarga (KK). Satu unit Huntara seluas 4×6 meterpersegi akan ditempati dua KK. Terdapat tembok yang memisahkannya.
Hanya saja, Huntara itu baru bisa mengcover dua dari tujuh dusun di desa setempat. Padahal, gempa berdampak ke seluruh dusun. “Itu baru dua dusun, dan masih kurang. Lagi lima dusun yang belum mendapat Huntara,” jelasnya saat ditemui selepas menerima kunjungan dua menteri di desanya, kemarin.
Menghindari timbulnya kecemburuan social, pemdes terus berkoordinasi mencari donatur untuk pembangunan Huntara di dusun yang belum tercover. Sembari menunggu turunnay bantuan stimulan dari pusat. Meski telah ada bantuan Huntara yang dibangun PMI. Warga lebih memilih bangunan semi permanen menjadi Huntara.
“Kita himbau kepada masyarakat untuk tidak gaduh atau cemburu sosial, sambil kita mencarikan donatur,” pesannya.
Keinginan warga agar lokasi Huntara dibangun langsung dibekas rumahnya, menjadi kendala. Sebab pembangunan Huntara tersebut harus pada satu lokasi yang sama atau shelter. Bagi warga yang ingin memiliki permanen Huntara itu, harus mengikuti perjanjian yang ditentukan pihak bank.
Salah satunya membersihkan lokasi bekas pengungsiannya. “Sambil saya melakukan lobi-lobi dengan donatur, supaya memperhatikan betul warga kita yang belum menerima bantuan huntara itu,” pungkasnya.
Hampir sepekan warga Dusun Apit Aiq dan Guntur Macan menempati Huntara yang dibangun dibekas lokasi pengungsian itu. Warga mengaku cukup bersyukur dengan adanya Huntara tersebut. Walaupun bangunannya belum sempurna. Karena masih terdapat kebocoran dan banjir ketika hujan tiba. Namun lebih baik jika dibandingkan tenda pengungsian yang sebelumnya ditempati.
“Alhamdulillah, yang penting sudah ada Huntara,” ujar Salmiah, salah seorang warga setempat. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here