Beranda Headline Pusat Tidak Akan Lepas Korban Gempa

Pusat Tidak Akan Lepas Korban Gempa

BERBAGI
WENDY/RADAR MANDALIKA TURUN GUNUNG: Gubernur NTB, Zulkifleimansyah, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan di Lombok Barat, kemarin.

MATARAM – Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam kunjungannya ke Lombok, kemarin. Dia dengan tegas bantahan atas tudingan banyak pihak yang selama ini, menyebutkan pemerintah pusat tidak lagi peduli dengan korban gempa Lombok-Sumbawa.
Sri Mulyani menegaskan, presiden dalam hal ini memiliki komitmen dan terus menaruh perhatian khususnya kepada korban gempa Lombok-Sumbawa meski banyak yang harus ditangani. Tetapi korban gempa NTB tidak akan dilepas.

“Beliau (presiden, Red) tetap memiliki komitmen. Bapak presiden juga nantinya akan hadir ke Lombok,” terang Sri Mulyani usai menemui korban gempa di Desa Guntur Macan, Lobar.

Sri Mulyani menampik bahwa pusat tidak memiliki anggaran dalam penanggulangan pasca gempa ini. Sampai hari ini, pemerintah pusat telah membelanjakan anggaran sebesar 2,1 Triliun untuk seluruh kondisi emergensi dan penanganan kedaruratan termasuk di dalamnya bantuan stimulan rumah rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta dan ringan Rp 10 juta. Pemda kata dia, telah melakukan inventarisasi data dan telah diserahkan ke BNPB untuk diverifikasi ulang hal itu karena terbentur aturan sehingga jangan sampai penggunaan anggaran diluar aturan.

Di NTB, kata dia sebanyak 23 ribu lebih rumah yang diverifikasi sudah dibayarkan meski pembayarannya secara bertahap, tahap awal 6 ribu dibayar keseluruhan namun pencairannya sesuai desain yang dilakukan Wapres, Jussuf Kalla dilakukan bertahap karena bahan bangunan dan stok keseluruhan perlu diadakan secara bertahap kalau. Misalkan nanti uang sudah dicarikan semuanya bahan bangunan habis, takutnya rumah korban gempa tidak jadi-jadi dan sisa uangnya habis terpakai.

“Tujuannya bukan karena uang tidak boleh diambil tapi demi kebaikan,” serunya.

Sementara untuk penanganan musim hujan yang sebentar lagi akan tiba, Pusat akan upayan selter sementara ada agar korban terpenuhi kebutuhan tempat tinggalnya meski diakuinya ini, berat tetapi akan tetap diupayakan.

“Ini berat tapi kita akan coba,” janjinya.

Sri Mulyani juga menyinggung anggaran yang disebut tidak ada. Menteri Keuangan kata dia, telah mengelola dana cadangan sampai tiga bulan kedepan. Setelah itu, pusat bersama DPR kembali akan membahas untuk penggunaan anggaran APBN di tahun 2019.

“Uangnya ada tetapi harus sesuai prosudur. Gubernur NTB yang telah lama di DPR juga paham, jadi mohon agar dijelaskan juga ke masyarat,” psannya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here