Beranda Lombok Barat Pusat Tak Lupakan Korban Gempa Lombok

Pusat Tak Lupakan Korban Gempa Lombok

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA KUNJUNGI: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Managing Director IMF, Christine Lagarde dan Gubernur NTB saat mengujungi warga korban gempa di Desa Guntur Macan, kemarin.

LOBAR —Pemerintah pusat kembali menyambangi korban gempa di Lombok Barat (Lobar), kemarin. Kali ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani melihat langsung kondisi warga di Desa Guntur Macan, pascapemulihan gempa.
Bersama Managing Director IMF, Christine Lagarde, kedua menteri tersebut memastikan jika pemerintah tetap memberikan perhatian kepada daerah dilanda bencana. Baik itu Lombok maupun Sulawesi. Meskipun pemerintah tengah mengelar pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. Kedua daerah korban gempa tetap mendapat perhatian penuh pemerintah.
“Jadi jangan dikira kalau IMF itu pesta pora. Ini acara membahas penyelesaian masalah. Banyak manfaatnya untuk Indonesia,” ujar Menko Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan.
Hal senada disampaikan Menkeu Sri Mulyani. Ia dengan tegas membantah digelarnya IMF-Word Bank di Bali menghabiskan anggaran untuk bantuan bencana. Sebab, anggaran untuk berbagai kebutuhan sudah dialokasi dengan hati-hati. Sedangkan untuk anggaran bencana memiliki pos tersendiri yang dikelola.
Sri berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan pernyataan provokatif. “Itu sama sekali tidak benar. Uang (bantuan bencana) Lombok, tetap untuk Lombok. Untuk Palu tetap akan tersendiri, kita akan rencanakan,” tegasnya.
Pemerintah sudah mengucurkan anggaran Rp 2,1 triliun untuk tanggap bencana. Termasuk bantuan perumahan seperti yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo. Sesuai dengan klasifikasi tingkat kerusakan. Terhadap data pemerintah daerah yang sudah terverifikasi dan disampaikan ke BNPB, sebagiannya sudah dibayarkan.
“Proses verifikasi yang sudah selesai itu 23 ribu lebih dan sekarang sudah dibayarkan. Pembayarannya bertahap,” ungkapnya.
Terkait uang jaminan hidup (Jadup). Sesuai dengan prosedur, jadup akan dibayarkan jika korban gempa sudah kembali ke rumah yang bersifat permanen. Pihaknya sudah menerima data Pemda terkait seluruh penduduk yang akan menerima Jadup.
“Kementerian Sosial akan memverifikasi bersama BNPB. Nanti kami Kementerian Keuangan bersama Kemensos, dan BNPB, kita akan langsung cairkan,” ujarnya.
Melihat sisa waktu yang mendekati akhir tahun, Kemenkeu akan mengupayakan bantuan keluar untuk kebutuhan tiga bulan kedepan. Sisanya akan dianggarkan tahun 2019, mengingat telah mendekati tahun anggaran baru. “Apakah ada bencana di Palu, uang di Lombok akan habis? Tidak, uang untuk Lombok ya untuk Lombok sesuai kebutihan. Untuk palu ada mekanisme sendiri,” jawabnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here