Beranda Headline Mengikuti Kunjungan Managing Director IMF ke Desa Guntur Macan Lombok Barat

Mengikuti Kunjungan Managing Director IMF ke Desa Guntur Macan Lombok Barat

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA DIALOG: Managing Director IMF Christine Lagarde bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani saat berinteraksi dengan siswa SD di Desa Guntur Macan, kemarin.

Kagumi Semangat Masyarakat, Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa

Rangkaian pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, diawali dengan berbagai kegiatan solidaritas untuk Indonesia. Salah satunya kunjungan Managing Director IMF, Christine Lagarde ke Desa Guntur Macan.
WINDY DHARMA-LOBAR
MENTERI Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani mendatangi Desa Guntur Macan. Kedatangan kedua menteri itu sedikit berbeda. Turut dalam rombongan adalah Managing Director IMF, Christine Lagarde.
Kedatangan Christine sebagai bagian dari kegiatan solidaritas atas bencana yang melanda Lombok. Wanita berambut putih itu diterima baik oleh warga desa setempat. Bahkan terlihat Christine bersama Menkeu Sri Mulyani berinteraksi dengan sejumlah pelajar di desa setempat.
Christine sedikit menceritakan alasan memilih Indonesia sebagai lokasi kegiatan pertemuan IMF-Bank Dunia. Penetapan Indonesia sudah dilakukan tiga tahun lalu. Christine tidak bisa memprediksi jika akan dekatnya pelaksanaan pertemuan dengan terjadinya bencana alam di Indonesia. Seperti erupsi Gunung Agung di Bali, gempa bumi di Lombok, serta gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Meski begitu, ketua tim penyelenggara kegiatan Luhut Binsar Panjaitan sukses meyakinkan IMF untuk tetap mengelar ajang pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari seluruh dunia itu di Bali.
“And Indonesia the best,” ujar Christine, kemarin.
Terjadinya rentetan bencana itu, sempat muncul beberapa pertanyaan terkait acara tersebut. Apakah acara itu akan dibatalkan? Christine memutuskan untuk tidak membatalkanya. Ia memiliki keyakinan jika acara itu dibatalkan justru menimbulkan masalah baru. Selain itu, orang yang akan bekerja, maupun sedang berkerja akan kehilangan pekerjaannya.
“Itu akan menjadi suatu yang sia-sia. Jadi pasti kita akan datang,” ujarnya.
Christine kagum dengan semangat pemerintah Indonesia. Ketika ada pertanyaan, apakah kondisi bencana itu membuat Indonesia akan meminjam dana untuk bantuan? Ternyata Indonesia tidak melakukan. Ia meyakini jika bencana bisa ditangani pemerintah dengan sangat baik. “Presiden, menteri dan semua orang menjalankan upaya dengan baik sekali, agar Indonesia berada di tangan yang baik,” sambungnya.
Untuk membantu korban bencana, IMF megngalang dana pribadi. Christine pun menyerahkan bantuan uang senilai Rp 2 miliar kepada daerah terdampak gempa di Lombok dan Sulawesi.
“Semua orang harus bisa mendapatkannya,” pesannya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here