Beranda Lombok Barat Formasi di Lobar Banjir Peminat

Formasi di Lobar Banjir Peminat

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PENDAFTARAN: Sejumlah formasi CPNS di Lobar memiliki banyak peminat.

LOBAR —Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Lombok Barat (Lobar), banjir peminat. Hingga akhir pekan kemarin, tercatat 4900 pendaftar memilih formasi di Lobar. Baik untuk formasi umum maupun khusus. Jumlah itu diperkirakan akan terus meningkat, karena penutupan pendaftaran masih tersisa tujuh hari lagi atau tanggal 15 Oktober.

“Di Provinsi NTB yang paling banyak pendaftarnya di Lombok Barat,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar, Suparlan yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Dari jumlah pendaftar itu, baru 200 lebih berkas persyaratan yang diterima BKDPSDM Lobar. Kurangnya berkas pendaftar yang masuk itu, diperkirakan karena keterlambatan pengiriman via pos. BKDPSDM akan menunggu berkas pendaftaran dari pelamar hingga 15 Oktober mendatang.
“Kita sudah kerjasama dengan Kantor Pos. Di sana ada nomor registrasi pendaftaran, jadi bisa diketahui kapan pelamar mendaftar,” sambungnya.
Berkas yang harus dikirim tersebut sesuai dengan softfile yang diupload saat mendaftar online. Seperti ijazah, transkrip nilai, KTP, hingga bukti pendaftar online. Sedangkan berkas pelengkap seperti surat pernyataan, keterangan dokter hingga SKCK, akan diminta setelah yang pelamar dinyatakan lulus seleksi. Berbeda dengan KLU dan Mataram yang tidak meminta mengirimkan berkas pendaftaran, hanya melalui online.
“Kita ingin mempermudah pendaftar, begitu dia lulus baru kita cek semuanya,” ucapnya.
Ia memastikan jika pelamar yang tidak mengirimkan berkas hingga waktu yang ditentukan, maka akan dinyatakan tidak memenuui syarat. Mengenai waktu tes, masih terus dibahas dengan Pemprov dan BKN. Diperkirakan, tes pada bulan November. Berlokasi di kantor Gubernur NTB diikuti empat kabupaten/kota. Yaitu Kota Mataram, Lobar, KLU, Lombok Tengah, termasuk Provinsi NTB. “Kecuali yang Lombok timur mungkin mengadakan sendiri,” ujarnya.
Jika formasi umum dibanjiri pelamar, berbeda dengan formasi khusus untuk tenaga katagori 2 (K2). Dari 37 formasi untuk K2, baru dua pelamar yang dinyatakan memenuhui syarat. Sedangkan jumlah K2 di Lobar mencapai 445 orang. Selain karena terkendala syarat batas usia maksimal 35 tahun. Para K2 juga sebagian terbentur dengan pendidikan yang tidak memenuhi syarat sesuai sistem online. “Begitu salah satu syarat tidak terpenuhi, langsung ditolak sistem,” bebernya.
Kuota 37 formasi terancam tidak semua terpenuhi. Sisanya kemungkinan akan hangus begitu saja. Termasuk di formasi umum yang tidak ada peminatnya.
Suparlan akan menghadap ke BKN pusat bersama para kepada BKD se-NTB. Guna membahas solusi terhadap nasib para K2 itu. “Insya Allah hari Rabu besok, semua kepala BKD ke BKN dengan membawa surat resmi,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here