Beranda Headline Dusun Pengolah Dicanangkan Jadi Kampung KB

Dusun Pengolah Dicanangkan Jadi Kampung KB

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA DIRESMIKAN: Ketua TP PKK Loteng, Hj. Baiq Irma Budiani Suhaili memukul gong tanda diresmikannya pencanangan Dusun Pengolah Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat Daya sebagai Kampung KB, kemarin.

PRABARDA —Dusun Pengolah Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat Daya dicanangkan menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB). Program ini merupakan salah satu program pemicu meningkatnya pembangunan di segala bidang.
Kades Teduh, Jumadil Awal mengatakan, program ini sejatinya sudah lama diharapkan bisa terealisasi. Sebab saat ini Dusun Pengolah masih jauh tertinggal dari berbagai sektor. Mulai dari sektor kesehatan, akses jalan hingga penyediaan air bersih.
“Kami juga mohon Pemkab dan Pemprov bias mendukung pencanangan Kampung KB ini melalui SKPD masing-masing, paling tidak dengan sistem keroyokan,” pinta Kades muda ini.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian Kependudukan pada BKKBN NTB, Lalu Nuzulul Kaswan menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Salah satunya yakni dengan mengkampanyekan Program KB di sejumlah wilayah. Karena itu ia berharap Pemkab juga serius melakukan pembinaan. Sebab, program ini sebagai salah satu cara membangun pondasi dasar kehidupan dengan baik. Yang mana outputnya nanti akan menciptakan kehidupan masyarakat yang berkualitas. Tidak hanya itu, pencanangan Kampung KB ini juga hendaknya jangan sampai pada acara seremonial saja, akan tetapi poin pentingnya yakni pembinaan dan pemberdayaan dari pemerintah.
“Yang jelas kita mendukung penuh. Silakan saja Pokja Kampung KB, Pemdes, masyarakat dan Pemkab bersinergi,” pintanya.
Sementara Sekda Loteng, H Nursiah menjelaskan, Loteng merupakan daerah otonom yang laju pertumbuhan penduduknya pertahun terbesar kedua setelah Lotim. Selain itu komposisi penduduk masih belum seimbang. Dimana jumlah penduduk perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki, termasuk persebarannya yang tidak merata. Oleh karenanya, ketika ada program pencanangan Kampung KB ini tidak ada alasan bagi semua SKPD untuk tidak ikut andil dalam pembinaan. Sebab dengan laju perkembangan daerah terutama di sektor pariwisata saat ini, program demikian sangat mendukung pemerintah daerah. Artinya, jika laju pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan manusianya yang berkualitas serta pembangunan yang merata.
“KB tidak hanya bicara soal penundaan kelahiran, tapi bagaimana keluarga dan generasi barunya dapat hidup berkualitas,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here