Beranda Lombok Utara Debit Air Makin Berkurang

Debit Air Makin Berkurang

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika Raden Walliadin

KLU —Musim kemarau panjang berdampak buruk terhadap sumber mata air yang dikelola PDAM Lombok Utara. Debit air PDAM pun semakin berkurang.
“Ini juga mempengaruhi pendistribusian air ke jaringan perpipaan pelanggan,”ungkap Dirut PDAM Lombok Utara, Raden Walliadin.
Ia menyampaikan penurunan debit air telah terjadi sejak tahun 2016 lalu jika musim kemarau panjang tiba. Tentunya hal ini dipicu oleh kondisi pohon di pegunungan yang semakin berkurang akibat dari penebangan liar.
“Jika musim kemarau panjang, debit air hanya 30 liter perdetik. Sementara sebelumnya bisa sampai 140 liter perdetik,” jelasnya.
Untuk saat ini ia mengimbau agar masyarakat bersabar dengan kondisi yang terjadi. Sementara terhadap kerusakan akibat bencana gempa seperti perpipaan yang bocor dan broncap yang mengalami kerusakan, masih dalam proses perbaikan. Namun jika kemarau panjang masih tetap terjadi meskipun perangkat sudah normal, pihaknya tidak bisa menyalurkan air dengan cukup karena kembali lagi kepada persoalan debit yang terbatas.
“Makanya sekarang kita ingin membeli lahan di sekitar sumber mata air yang kita kelola. Maksudnya ini bisa melindungi sumber air di sekitar dengan menanamkan pepoponan seperti yang sudah kita lakukan di sumber mata air zonk Plangka,” ujarnya.
Upaya untuk meminimalisir terjadinya gangguan pada debit air ke depannya lanjut Walliadin, pihaknya telah mewacanakan untuk menambahkan sumber mata air bagi PDAM, yakni pada titik sumber air di erat kleang yang berada di sebelah barat zonk Plangka yang akan mulai dikelola PDAM 2018 ini.
“Kemacetan di jaringan pelanggan ini tidak hanya terjadi di titik saja, tapi terjadi di semua wilayah,” pungkasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here