Beranda Headline Bermasalah, Proyek Lapen KPDT Putus Kontrak

Bermasalah, Proyek Lapen KPDT Putus Kontrak

BERBAGI

PRAYA — Diduga tidak sesuai spek dalam pembangunan proyek peningkatan ruas jalan, program bantuan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) di Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat akhirnya putus kontrak. Program ini melalui Dinas Perhubuangan (Dishub) Lombok Tengah (Loteng).

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng, Lalu Akhmad Sauki membenarkan satu dari sembilan paket peningkatan ruas jalan dari KPDT itu sudah putus kontrak. Hal itu dikarenakan selain adanya rekomendasi TP4D dari Kejari Loteng. Ada temuan di lapangan proyek dengan anggaran Rp 200 juta itu dikerjakan tidak sesuai spek. Parahnya lagi, pihak yang mengerjakan mengerjakan dua proyek lainya, namun menggunakan perusahaan berbeda.
“Setelah kami menemukan temuan itu. Kami langsung putuskan kontrak,” tegasnya, kemarin.
Sementara untuk pengerjaan delapan paket lainya, seperti ruas jalan di Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barak dengan jarak sekitar 1 kilo anggaran sebanyak Rp 500 juta, ruas jalan Selebung Batukliang Rp 600 juta, Gerunung Polak Penyayang Kecamatan Praya Rp 1 Miliar lebih, jalan Desa Jembe Kecamatana Janapria Rp Rp 1 Miliar lebih dan ruas jalan di Desa Dermaji Kecamatan Kopang sebesar Rp 1 Miliar dan lainnya. Ada yang sudah PHO dan masih dalam proses PHO.
“Selain proyek jalan di Mekar Sari itu, semua pengerjaan sudah sangat baik sekali,” klaimnya.
Dengan menemukan sejumlah temuan ini, akan menjadi pembelajaran bagi pihak Dishub untuk lebih ketat mengawasi proyek kedepannya. Selain itu, pihaknya sangat berterima kasih atas perdampingan dari TP4D yang terus intens membantu dalam melakukan pengawasan di semua proyek pembangunan.
“Kami merasa sagat terbantu oleh TP4D,” sanjungnya.

Sementara itu, Ketua TP4D Loteng, Feby Rudy mengaku pemutusan kontrak karena dalam pengerjaan proyeknya tidak sesuai tahapan dan pengerjaannya tidak sesuai dalam aturan. Parahnya lagi, batas kontrak pengerjaan akan berakhir.
“Kami sudah turun mengecek proyek lapen ini bersama Inspektorat. Makanya kami sarankan untuk putus kontrak,” bebernya kepada media. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here