Beranda Mataram Selamatkan Kota Tua Ampenan

Selamatkan Kota Tua Ampenan

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA HARUS DIPERTAHANKAN: Pemkot Mataram memiliki komitmen politis mempertahankan identitas Ampenan sebagai Kota Tua.

MATARAM —Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana menyatakan, pemkot memiliki komitmen politis mempertahankan identitas Ampenan sebagai kota tua. Sebagai ikon destinasi wisata yang lebih spesifik di Mataram. “Untuk mempertahankan arsitektur bangunan, upaya kita memang belum maksimal,” akunya.
Pemkot terkendala kepemilikan bangunan di kota tua. Berbeda dengan gedung di tempat lain yangg dimiliki pemerintah, maka di Ampenan justru bangunan-bangunan tua itu dimiliki pribadi. “Membangun kesadaran tidak mudah, untuk mau mengikuti skenario dan proyeksi peerintah terhadap bangunan itu,” ungkapnya.
Tidak jarang, pemilik bangunan di Ampenan tidak berada di tempat. Bangunan yang ada justru dijadikan gudang. Sejauh ini, penerimaan masyarakat terhadap upaya pemkot mempertahankan bangunan di Kota Tua Ampenan sudah sangat baik. Namun, pemkot tidak bisa berjalan sendiri. Harus dilakukan sentuhan parsial dengan kemampuan yang dimiliki Pemkot Mataram. “Kementerian PUPR sudah berbuat tapi tidak masif. Ada skenario besar yang akan kita lakukan, dan saya optimistis itu bisa dilakukan,” jelasnya.
Menyusul terjadinya gempa beberapa waktu lalu. bangunan di Kota Tua jelas makin rentan ambruk. Dari awal kesepakatannya adalah, pemiliki bangunan boleh merehab. Tapi tidak boleh mengubah fasat bangunan. “Pascagempa, bangunan terancam runtuh. Itu tantangan kita,” ujarnya.
Untuk itu, pemkot merasa perlu mencari bantuan untuk tetap mempertahankan Kota Tua Ampenan. Tentunya dengan syarat, harus tetap mempertahankan model bangunan dari depan. “Kalau pun kita bangun ulang, harus dengan desain yang sama. Kan masih ada dokumentasi bagaimana bentuknya,” jelasnya.
Tentunya butuh kerjasama pemilik bangunan, agar tahu arah penataan yang dilakukan pemerintah di Kota Tua. Terutama terhadap beberapa bangunan inti yang sangat klasik, dan lekat arsitektur tempo dulu. “Termasuk bangunan yang rusak karena gempa, itu bangunan inti. Bisa saja kita bangun ulang, dengan desain yang sama,” ungkapnya.
Dengan kondisi saat ini, pemkot masih fokus pada tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi korban gempa. Pemerintah pusat menyampaikan, tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi harus rampung bulan Maret tahun depan. “Memang waktunya masih panjang. Tapi kita harus pastikan masyarakat tidak berada dalam kondisi yang susah,” pungkasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here