Beranda Headline Reses DPRD, Warga Curhat Pengin Rumah

Reses DPRD, Warga Curhat Pengin Rumah

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika Ardianto

KLU —Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara tengah melakukan reses di tengah bencana yang melanda masyarakat. Salah satunya Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara, Ardianto. Dalam kunjungannya ke sejumlah desa pemilihannya, masyarakat lebih banyak curhat tentang kondisi mereka dan harapannya untuk dibangunkan tempat tinggal yang lebih layak. Sebab hingga kini, sebagian masyarakat masih tinggal di pengungsian. Sementara janji pemerintah pusat belum bisa direalisasikan.
“Reses kali ini saya turun ke Desa Sokong, Jenggala dan Teniga. Selain tentang tempat tinggal, warga mengeluhkan rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan yang rusak, janji jaminan hidup (jadup) dari Kementerian Sosial, usulan perbaikan perpipaan, serta usulan perbaikan jalan yang rusak akibat gempa,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat juga menunggu bantuan Rp 50 juta yang dijanjikan pemerintah pusat segera direalisasikan. Pasalnya, bantuan tersebut sangat diharapkan untuk membangun kembali tempat tinggal mereka.
Sementara di Dapil III (Kecamatan Bayan), anggota DPRD Lombok Utara dari Fraksi Demokrat, Kardi menyatakan hal serupa. Kardi turun ke beberapa dusun seperti Batu Rakit, Lendang Lokok Re, Trengilut, Langgem dan Loloan.
Persoalan yang dihimpun dari warga hampir sama, yakni dari keluhan akan juknis BNPB yang berbelit-belit mengenai bantuan Rp 50 juta, huntara yang tidak merata, serta usulan perpipaan dan sumur bor.
“Salah satu SD di Batu Rakit juga sampai saat ini belum mendapat bantuan terpal dan tenda. SD di sana rusak sedang, tapi guru dan murid tidak berani memanfaatkan. Terpaksa mereka hanya menempati 1 lokal yang rusak,” katanya.
Di Dusun Trengilut, Kardi juga mendapati keluhan warga yang akses air perpipaannya putus. Warga setempat berharap bantuan pipa 2 inci sepanjang 1,5 km serta perbaikan jatingan irigasi sepanjang 2 km yang rusak akibat gempa. Kerusakan jaringan irigasi akan mempengaruhi budidaya pertanian warga setempat untuk musim tanam mendatang.
“Untuk bantuan Rp 50 juta di Bayan, warga mengaku kesulitan membuat Pokmas. Karena di satu dusun, baru satu atau dua orang yang sudah menerima buku rekening. Dengan jumlah penerima rekening yang minim, tentu menyulitkan warga untuk membentuk Pokmas,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Lombok Utara, H Akhmad Sujanadi mengungkapkan, masa reses 3 – 8 Oktober akan dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi maayarakat. Masing-masing anggota dewan dibekali dana sebesar Rp 25 juta. Dana itu akan dipertanggungjawabkan dengan empat item kegiatan reses antara lain, perjalanan dinas, sewa tempat, biaya makan minum dan ATK. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here