Beranda Lombok Barat Petahana Kades Harus Cuti

Petahana Kades Harus Cuti

BERBAGI
ILUSTRASI

LOBAR —Sebanyak 77 desa di Lombok Barat (Lobar) siap memulai tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala (Pilkades) serentak tahun ini. Bagi kepala desa (Kades) yang ingin kembali mengikuti pilkades, harus cuti. Ini sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup). “Kades yang mau mencalonkan dirinya kembali, harus cuti,” ujar Kasi Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lobar, Suhamdi, kemarin.
Pengambilan cuti berlaku sejak penetapan sebagai calon. Sesuai jadwal tahapan Pilkades, penetapan calon akan dilakukan pada 22 November 2018 mendatang. Posisi kades akan digantikan Penjabat Sementara (Pjs). “Akan ada penjabaat sementara,” ucapnya.
Sebagian desa akan memiliki Pjs sampai penetapan kades yang baru di bulan Februari atau Maret 2019 mendatang. Dari 77 desa yang mengikuti Pilkades, masa jabatan 69 kades berakhir saat tahapan Pilkades masih berlangsung. Bahkan 30 desa, berakhir pada Oktober ini. “Yang berakhir masa jabatanya akan segera kita urus proses penjabat sementaranya,” sambungnya.
Sedangkan sisanya delapan desa, kemungkinan tidak ada penjabat sementara. Hanya ketika nantinya pelantikan kades baru pada bulan Februari-Maret 2019, kades tersebut akan langsung mengundurkan diri. Meski masa jabatannya akan berakhir sekitar bulan Mei 2019. “Kalau terpilih kembali, kades itu akan menyambung (masa jabatannya). Tapi kalau tidak terpilih, ya mengundurkan diri,” jelasnya.
Selain karena berakhirnya masa jabatan kades, terdapat beberapa desa yang kadesnya mengundurkan diri. Lantaran menjadi calon legislatif (Caleg) 2019. Seperti Desa Midang, Langko, Sedau, Karang Bongkot, Saribaye dan Gegerung. “Ada satu desa lagi yang kadesnya jadi caleg, cuma nggak ikut dalam Pilkades. Yaitu Desa Kedaro,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here