Beranda Praya Metro Pemuda Landah Tolak Money Politic

Pemuda Landah Tolak Money Politic

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA DISKUSI: Sejumlah elemen masyarakat Desa Landah menghadiri diskusi publik Pilkades Damai yang digelar IKMADL yang bekerja sama dengan Mandalika Institute Lombok Tengah, kemarin.

IKMADL Prakarsai Diskusi Publik Pilkades Damai

PRATIM—Ikatakan Mahasiswa Desa Landah (IKMADL), Kecamatan Praya Timur sepakat untuk menolak politik uang dalam gelaran Pilkades serentak 24 Oktober mendatang. Hal ini ditegaskan dalam diskusi publik yang gelar IKMADL yang bekerja sama dengan Mandalika Institut Lombok Tengah, kemarin.
Ketua Umum IKMADL, Husnul Ramdani mengatakan, dalam Pilkades kali ini Landah bisa lebih dewasa. Artinya, tidak dinodai dengan politik uang, kampanye kotor dan sejenisnya.
Dijelaskannya, Pilkades merupakan proses untuk mencari seorang pemimpin desa. Maka jangan sampai ternodai dengan hal-hal sepele dan merugikan masyarakat itu sendiri. Terutama bagi kalangan pemuda dan mahasiswa.
“Karena itu melalui diskusi ini, saya berharap kita bisa sepakat untuk menghindari politik uang!” ajaknya.
Sementara Muhammad Mustibi, salah satu perwakilan BPD yang mewakili Pemdes Landah menyatakan, apa yang diprakarsai IKMADL ini merupakan langkah maju bagi kalangan intelektual untuk menyukseskan Pilkades tahun ini. Sebab mencari pemimpin bukan saja tentang langkah dan tujuan seseorang untuk memajukan desanya hingga akhirnya menang, namun yang terpenting adalah proses untuk mendapatkannya.
“Pemuda dan mahasiswa memang harus jadi garda terdepan untuk perubahan, termasuk untuk kesuksesan Pilkades ini. Sebab masa depan desa ini ada di tangan kalian selaku pemuda,” katanya.
Hal senada disampaikan Kanit Bimas Polsek Pratim, BRIPKA Ahmad Hidayatullah. Dalam acara itu dia mengutarakan, untuk suksesnya Pilkades harus diprakarsai dengan landasan persatuan. Terhadap hal ini, pihaknya selaku punggawa Kamtibmas di Pratim berharap peran serta menciptakan Pilkades damai kali ini lebih besar. Dijelaskannya pula, Pilkades bagian dari proses, bukan tujuan akhir. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama ciptakan pesta masyarakat ini dengan aman dan damai. Jangan sampai karena persoalan kecil, ajang demokrasi justru ternodai.
“Jadi siapapun yang menang, ya kita harus terima. Kalaupun ada persoalan yang melanggar ketentuan Pilkades, mohon disampaikan di Panwas kecamatan atau kabupaten. Jangan kita main hakim sendiri,” sarannya.
Sementara Murdan, salah saru narasumber dari kalangan akademisi menjelaskan, esensi Pilkades damai itu yakni ketika ada persoalan, silakan diselesaikan di tingkat desa, tanpa harus melebar dan menjadi konsumsi penegak hukum untuk diselesaikan. Namun sebelum itu, ia berharap agar masing-masing Cakades dan timses masing-masing mengedepankan ide-ide dan gagasan untuk menarik minat masyarakat agar mendapat dukungan.
“Politik uang ini saya katakan salah satu penyakit lama, tapi masih saja dipelihara. Padahal inilah yang menciderai demokrasi kita. Makanya mari kita bangun Pilkades yang aman dan damai tanpa ada kecurangan,” tandasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here