Beranda Mataram Pedagang Cilinaya Diberi Teguran Lagi

Pedagang Cilinaya Diberi Teguran Lagi

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA H Mahmudin Tura

MATARAM —Penertiban bangunan di jalan Cilinaya atau samping Mataram Mal, belum juga terlaksana. Bangunan yang digunakan para pedagang melanggar aturan karena berada di atas saluran air.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penatataan Ruang (PUPR) Kota mataram, H Mahmudin Tura mengakui, rencana penertiban bangunan di Jalan Cilinaya harus tertunda‎. “Tertunda karena gempa, sebelumnya sudah kita surati untuk bongkar sendiri,” kata dia belum lama ini.

Rapat koordinasi pun kembali digelar bersama Sekda dan instansi terkait lainnya, guna persiapan penertiban di Jalan Cilinaya. Salah satu keputusannya, pedagang kembali disurati serta diberi waktu selama dua minggu untuk membongkar sendiri bangunannya. “Tidak ada peringatan ketiga. Langsung kita Lakukan penertiban,” tegasnya.

Terdapat 22 kios di atas saluran yang harus dibongkar. Jika pemilik tidak bisa membongkar sendiri, Dinas PUPR siap membantu membongkar. Mengenai lapak yang baru, akan dibangunkan jika tersedia anggarannya. “Total pedagang di sana ada 36. Tapi hanya 22 kios yang bangunannya berada di atas saluran. Itu yang akan dibongkar,” katanya seraya menyebut butuh anggaran hingga Rp 25 miliar untuk penataan keseluruhan bangunan di kawasan itu‎. “Sambil menunggu anggaran. Kalau mau cantik harus ditata. Dan aturan ditegakkan,” imbuhnya.

Terpisah, Asisten I Setda Kota Mataram, L Martawang mengatakan, kawasan Jalan CIlinaya harus ditertibkan. Selain melanggar aturan, sudah ada pula teguran dari Kementerian PUPR. “Tidak terlalu lama, kawasan itu akan tertata,” sebutnya. Penataan melibatkan dua sisi, yakni fisik dan social ekonomi. Jangan sampai kelihatan semerawut.

Ditanya kapan bangunan yang melanggar dibongkar, Martawang enggan menyebut targer waktunya. “Saya tidak mau menjanjikan apapun soal waktunya,” jawabnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here