Beranda Headline Dampak Gempa, Pariwisata Rugi 7 Triliun

Dampak Gempa, Pariwisata Rugi 7 Triliun

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA RAMAI: Puluhan wisatawan asing saat hendak turun dari speed boat di salah satu pantai di Lombok.

PRAYA — Musibah gempa yang menimpa Pulau Lombok dan Sumbawa, membuat pendapatan dari sektor pariwisata turun tajam. Bahkan, taksiran kerugian sementara Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata Rp 7 triliun. Dimana, pangsa pasar wisata menurun hampir 80 persen.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal mengaku, sekarang pihaknya bekerja keras untuk memulihkannya kembali agar bisa normal. Dan meminta kepada pelaku usaha seperti hotel yang rusak agar kembali membangun hotelnya yang rusak.
“Memang karena gempa itu dampaknya sangat signifikan pada pariwisata kita,” terang Faozal di Lombok Internasioal Airport (LIA), Jumat lalu kepada media.
Faozal menegaskan, kenapa pihaknya berani klaim kerugian hingga mencapai sebesar itu. Karena memang bukan hanya dihitung dari turunnya kujungan wisatawan yang datang. Tapi, disebab karena infrastruktur pelabuhan dan hotel yang rusak, hampir 40 persen yang rusak berat.
“ Tapi alhamdulillah sekarang mereka sudah mulai bangkit untuk mulai membangun lagi,” jelasnya.
Sementara untuk kujungan pariwisata, dia mencontohkan kalau pada posisi normal, untuk destinasi gili misalnya. Ada 3 ribu lebih yang masuk setiap harinya. Namun sekarang turun drastis karena kujungan sekarang sekitar 1.200 sampai 1.300 kujungan sehari.
“ Untuk kerugian hilangnya wisman, maka dapat dihitung jika rata-rata satu wisman membelanjakan uangnya US 1000 Dollar. Sementara diperkirakan ada 100 ribu wisatawan mancanegara setiap bulannya,” bebernya.
Olah kerena itu, pihaknya dari Pemerintah Provinsi NTB sekarang sedang gencar memulihkan kondisi wisata NTB dengan segala macem promosi. Namun dengan berbagai event yang akan digelar di Lombok dalam dekat ini juga sebagai pemancing. Salah satunya event internasional Army dibuat sebagai event internasional yang dilaksanakan di Loteng.
“ Kita ingin menujukkan bahwa Loteng itu aman. Terutama kawasan Mandalika itu tidak terdampak,” tuturnya.
Dengan bencana yang terjadi sekarang, pihaknya pesimis kujungan 4 juta wisatawan akan mencapai target. Namun, setelah pembangunan dari infrastruktu sudah dibangun dan wisatawan sudah menggap Lombok aman, pastinya target yang diperintahkan pemerintah akan tercapai.
“ Ya harus bagaimana lagi. Kita harus bersabar dan berupaya untuk memulihkan kondisi sekarang ini,” tegas dia.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Lombok Internasiona Air Port (LIA) I Gusti Ngurah Ardita mengaku juga terus membantu pemulihan pasca gempa dengan terus mempromosikan. Sebagai buktinya, pihaknya telah membangun apron baru guna menambah kesiapan dari angkasa pura untuk memberikan pelayanan penerbangan.
Untuk target adanya apron ini, otoritas angkasa pura telah koordinasi dengan semua pihak agar segera ada penambahan Direct Flight atau penerbangan langsung internasional dari sejumlah negara. Ada 4 negara yang kini dibidik, China, Brunei Darussalam, Korea dan Australia.
“Kalau empat negara itu trealisasi artinya akan berdampak juga kepada kujungan,” yakin dia. (jay/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here