Beranda Headline Wagub: Pelayanan Masyarakat Kunci Program Kemiskinanan

Wagub: Pelayanan Masyarakat Kunci Program Kemiskinanan

BERBAGI
HUMAS PROVINSI FOR RADAR MANDALIKA PIMPIM RAPAT: Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah saat mimpin rakor penangglangan kemiskinan, Kamis (04/10) lalu.

MATARAM – Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah menegaskan kuncinya dalam suatu program penanggulangan kemiskinan bukan terletak pada jumlah dana, tapi bagaimana sinergi yang ada harus memiliki satu visi, yakni melayani masyarakat NTB.
Rohmi yang saat itu didampingi Kepala Bappeda Provinsi NTB, Ridwansyah menyampaikan arahannya terkait penanggulangan kemiskinan yang seyogyanya tidak sebatas pada program muluk. Namun betul-betul bisa terealisasi serta real dapat diimplementasikan di masyarakat.

Paling utama yang harus didorong, kata dia bagaimana suatu program bisa fokus di kabupaten yang mengantongi kemiskinan terbanyak di NTB. Sehingga istilahnya sekali dorong tapi dengan kekuatan penuh dan apa yang diharapkan bersama terlihat secara nyata dan terukur.

“Insyallah ini dapat dimaknai sebagai ibadah maka kita tidak akan merasa lelah,” kata Wagub dalam Rapat Teknis Penanggulangan Kemiskinan NTB tahun 2018 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Provinsi NTB, Kamis (4/10).

Rohmi juga menyampaikan, agar kedepan program-program yang ada bisa saling menutupi satu sama lain, membutuhkan kerendahan hati untuk bisa saling bantu satu sama lain dalam rangka mencapai target masing-masing, sebab melihat rencana yang ada sudah sangat luar biasa.

“Harus ada inovasi, jangan hanya hangat saat diributkan saja,” tambahnya.

Tak hanya itu, Rohmi juga mengkampanyekan untuk menggunakan dan mensosialisasikan produk-produk lokal NTB. Ditekankan pula oleh Wagub adanya sinergi dan kesatuan visi dari para pemegang tampu kepemimpinan dalam bekerja.

Sementara, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Ridwansyah mengajak seluruh kepala OPD untuk terus meningkatkan sinergi antara eksekutif dan legislatif, sehingga program pengentasan kemiskinan ini akan terus berinovasi dan mengoptimalkan penggunaan anggaran yang ada.

Ridwansyah menyimpulkan kelanjutan rapat hari itu dalam beberapa poin penting yakni soal basis data yang harus terkoordinir dengan baik, kepastian pembahasan berbagai program penanggulangan kemiskinan dalam rapat agar masuk dalam RPJMD, serta pelaksanaan rapat teknis lanjutan dengan mengundang Kabupaten/Kota dan NGO sekitar awal November, setelah RPJMD selesai. (adv/cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here