Beranda Mataram PKL dan Parkir di Cakranegara Masih Seenaknya

PKL dan Parkir di Cakranegara Masih Seenaknya

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA L Martawang

MATARAM —Penataan kawasan bisnis Cakranegara tahap pertama, sudah rampung. Khususnya di sekitar perempatan Cakranegara kini sudah tampak lebih cantik, dan indah. Hanya masih ada pekerjaan rumah bagi Pemkot Mataram, sebelum dimulainya penataan tahap kedua.
Asisten I Setda Kota Mataram, L Martawang mengatakan, penataan ini bisa dicontoh dan direplikasi ke wilayah lain. Hanya saja, saat ini masih harus dilakukan penertibkan space-space di Cakranegara. Seperti menata pedagang kreatif lapangan (PKL) agar lebih rapi. “Perlu penataan keseluruhan supaya menjadi kawasan yang aman nyaman, dan indah. Bagian parkir ditata. Selain PKL,” kata dia.
Martawang yakin, kawasan Cakranegara akan tertata sesuai harapan dalam waktu tidak terlalu lama. Penataan ini melibatkan dua sisi, yakni fisik dan social ekonomi. Sosial ekonomi artinya, bagaimana meneguhkan kawasan Mayura menjadi destinasi wisata budaya, sehingga harus ditata. “Jangan sampai kelihatan semerawut,” sebutnya.
Dari sisi pedagang dan pemilik toko juga merasa nyaman berjualan. Kantong parkir yang telah disediakan, harus digunakan masyarakat, sehingga tak lagi parkir di trotoar. “Ada tim untuk penataan dan penertiban. Nanti Kasat Pol PP, Dinas Perdagangan dan dinas terkait lainnya akan ril bekerja di lapangan,” ujarnya.
Tidak kalah penting, bagaimana membangun mindset masyarakat dimana semestinya parkir. Tentunya pada lahan yang tersedia. “Setelah mindset terbentuk, akan ada ketaatan,” sebutnya.
Sebelumnya, Ketua Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Nusa Tenggara Barat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ika Sari Rejeki meyayangkan trotoar yang telah ditata lebih ramah pejalan kaki dan penyandang disabilitas, namun masih digunakan pengendara roda dua dan empat untuk parkir. “Padahal sejak awal sudah disosialisasikan, kalau akan ada pusat-pusat parkir kendaraan yang secara khusus disediakan. Namun belum dapat terealisasi dengan baik,” katanya.
Sehingga untuk penataan tahap berikutnya, tim Satker PBL akan menunggu komitmen dari Pemerintah Kota Mataram dapat berperan mendukung kegiatan penataan yang telah dilakukan oleh Satker PBL. Diperkirakan secara total sampai dengan selesai menghabiskan anggaran Rp 25 miliar. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here