Beranda Lombok Barat Pilkades Terkendala BPD Belum Dilantik

Pilkades Terkendala BPD Belum Dilantik

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA SOSIALISASI: DPMD Lobar saat memberikan sosialisasi tahapan Pilkades kepada BPD dan Pemdes di aula Kantor Bupati Lobar, Kamis (4/10) lalu.

LOBAR —Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Lombok Barat (Lobar), sudah dimulai. Sesuai draf jadwal yang dimiliki Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lobar, saat ini adalah tahapan pembentukan panitia Pilkades tingkat desa. Hanya saja beberapa desa terkendala di tahapan ini. Karena Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang merupakan bagian dari panitia Pilkades, di sebagian desa sudah berakhir masa jabatannya pada bulan Oktober ini. Sedangkan pelantikan BPD baru belum dilakukan, Padahal batas pembentukan panitia pilkades hingga 12 Oktober mendatang.
Ketua Asosiasi Kepala Desa (Akad), M Zaini mengatakan, hal ini menjadi kekurangan dalam pelaksanaan Pilkades. Sebab perekrutan BPD baru dilangsungkan beberapa waktu lalu.
“Pelaksanaan Pilkades ini bisa dikatakan cacat. Sementara BPD belum masih belum dilantik, bahkan ada yang belum di SK an,” ujar Zaini yang dikonfirmasi, kemarin.
Pola Pilkades serentak ini sempat menjadi diskusi bersama dengan para kades dan DPMD. Pada Pilkades sebelumnya sempat diusulkan untuk menyiapkan BPD resmi sebelum pelaksanaannya. Sekalipun nantinya tetap dilakukan pembantukan panitia dengan BPD yang baru dilantik. Tetapi dikhawatirkan menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. Sebab masih minimnya pengalaman BPD, ditambah belum adanya pelatihan yang diberikan. Namun langsung menangani panitia Pilkades. Sehingga permasalahan ini harus diantisipasi oleh dinas terkait.
“Jika dilangsungkan pilkades, BPD (yang baru) harus dilatih resmi. Atau BPD baru dengan pemerintah desanya dibuatkan Diklat BPD terkait kegiatan yang akan dihadapi,” usulnya.
Ia pun pernah berdiskusi dengan DPMD, menyarankan agar pelaksanaan Pilkades diundur. Mengingat tahun ini akan banyak pelaksanaan pesta demokrasi. Baik pemilihan legislatif, presiden bahkan Pilkada yang baru berlangsung. “Teman-teman (kades) juga bicara, kalau BPD ini nggak siap. Sedangkan posisinya BPD, sebagian berakhir di bulan Oktober,” imbuhnya.
Sementara Kepala DPMD Lobar, L Edi Sadikin mengaku sudah merapatkan masalah BPD itu. Terdapat kurang dari 10 desa yang sudah berakhir masa jabatan BPD, namun belum dilantik BPD baru. Pihaknya meminta kepada desa untuk segera melantik BPD yang sudah terpilih. Sehingga tidak menjadi hambatan pelaksanaan Pilkades ini. “Sebenarnya itu ranahnya di desa untuk memberitahukan BPD-nya sudah berakhir masa jabatannya. Karena situasi sudah seperti ini, kami berinisiatif untuk memberitahu percepatan pelantikannya,” ungkapnya.
Ia pun memastikan akan terus berupaya maksimal dalam pelaksanaan Pilkades ini. Bahkan pelantikan seluruh BPD akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Diketahui, tahun ini sebanyak 77 desa di di Lobar akan melangsungkan Pilkades serentak. Kasi Pemerintah Desa DPMD Lobar, Suhamdi mengatakan dari ke 77 desa itu, baru dua desa yang sudah menyerahkan SK BPD sebagai bagian panitia Pilkades.
Satu panitia beranggotakan tujuh orang yang terdiri dari ketua, sekretaris maupun bagian divisi lainnya. “Kita kasih waktu untuk 77 desa sampai 12 Oktober,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here