Beranda Headline Oknum Ketua Partai di NTB jadi Calo Proyek

Oknum Ketua Partai di NTB jadi Calo Proyek

BERBAGI

MATARAM – Tentu kabar ini mengejutkan. Seorang oknum ketua partai di NTB, diduga menjadi calo proyek dari sejumlah lembaga kementerian. Oknum ketua partai ternama ini, bertindak dengan meminta fee lebih awal kepada para pihak kontraktor dan pemohon program. Namun apes, semua itu tidak kunjung ada kejelasan sampai sekarang.
Kasus ini, baru sekarang terbongkar setelah pihak perwakilan yang merasa jadi korban membuka permainan ini kepada media.
“Ketua partai ini sudah lama jadi pemain. Dan yang kami beberkan ini terbaru tahun 2017,” kata pihak perwakilan inisial, A.
Adapun proyek yang dijanjikan kepada korban, pembukaan pengerasan jalan sepanjang 2.000 meter di daerah Langko bagian utara menuju air terjun Lobar. Pengerasan jalan lapen wilayah Kuripan dengan panjang yang sama. Dan proyek perpipaan di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Proyek atau program yang dijanjikan ini akan keluar dari pintu Kementerian Desa.
“Dan sampai sekarang hilang cerita,” ungkap sumber ini.
Dalam meminta fee awal, oknum ketua partai ini diduga telah mengembat uang pihak korban sebesar Rp 30 juta. Fee ini dicairkan dengan cara ditransfer dua tahap. Pertama tanggal 10 Juli 2017 Rp 30 juta dan tanggal 23 Agustus 2017 Rp 10 juta.
“Dalam kasus ini, kami belum lapor polisi. Kami baru surati ketua umum partai di Jakarta,” ceritanya.
A menambahkan, korban makin tertarik awalnya mengeluarkan fee mengingat angka proyek itu semua cukup besar. Pembukaan jalan di Langko, Lobar nilai Rp 1 miliar, lapen di Kuripan nilai Rp 2 miliar dan proyek pipa KLU Rp 1 miliar.
“Bagaimana-bagaimana ke depan kami akan laporkan kasus ini,” ancamnya.

Sementara itu, oknum ketua partai di NTB dikonfirmasi tidak mau bicara. Ia menceritakan masalah yang dipersoalkan namun menolak dikorankan. “Saya sudah selsaikan ini, jadi tidak ada masalah lagi,” katanya namun menolak indentitas dikorankan.
Ia juga keceplosan dan membuka soal laporan ada warga jadi korban CPNS. Dia menegaskan, selama ini ia banyak membantu orang menjadi PNS dan lainnya. Dan itu orang dari luar NTB juga banyak.
“Banyak yang saya bantu. Tapi tolong jangan dimuat, cukup dengar cerita klarifikasi saya saja,” jelas dia. (r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here