Beranda Lombok Barat Mencicipi Kuliner di Pawon Maiq Rasa (PMR)

Mencicipi Kuliner di Pawon Maiq Rasa (PMR)

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA WISATA KULINER: Para pelanggan saat menikmati masakan di PMR, kemarin.

Gambungkan Cita Rasa Sasak, Mbojo, dan Jawa

Bagi pecinta kuliner, sepertinya harus mencoba masakan di rumah makan Pawon Maiq Rasa di Gerung. Tiga cita rasa daerah ditawarkan rumah makan ini sebagai ciri khasnya.
WINDY DHARMA-LOBAR
SASAK, Mbojo dan Jawa. Tiga cipta rasa kuliner dari ketiga suku tersebut bertemu di dalam Pawon Maiq Rasa atau PMR. Rumah makan ini berada di Jalan Penas, dekat kantor Bupati Lobar.
Baru dibuka beberapa pekan lalu, rumah makan ini sudah berhasil menyedot perhatian pelanggan. Selain letaknya yang strategis, menu makanan yang ditawarkan sungguh memanjakan lidah. Semisal sop kepala ikan khas Jawa. Makanan berkuah agak pedas ini begitu enak. Kuahnya gurih, membuat ingin terus menyantapnya.
Belum lagi apabila mencoba Palu Mara Uta. Makanan khas suku Mbojo ini begitu diminati. Kuah kekuningan kaya akan rempah. Ditambah dengan potongan kepala ikan. Belum lagi jika merasakan sambal doco, membuat anda warga Mbojo berasa di daerah sendiri.
Jangan khawatir bagi anda yang tidak begitu menyukai makanan berupa ikan. Rumah makan ini juga menawarkan sop iga sapi, atau warga Sasak menyebut bebalung. Adapula menu lain seperti pelecing, dan urap khas Sasak. “Ini benar benar enak. Kalau kita orang Dompu bilang “caru”,” ujar Ihkwan, seorang pelanggan.
Pria asal Dompu ini mengaku selalu menyempatkan diri untuk makan siang di rumah makan ini. Bahkan membungkusnya untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.
Pelanggan lain Heru, menyukai masakan khas Bima. Rasa bumbu yang unik membuat pria asal Sekotong ini selalu penasaran untuk datang kembali.
Menurut sang pemilik, Yeni, sudah sejak lamaingin membuka rumah makan. Untuk membuka bisnis kuliner, maka makanan yang ditawarkan harus enak dan memiliki ciri khas tersendiri. Muncullah ide menjual tiga cita rasa khas daerah.

Ia tidak terlalu kesulitan dalam memasak makanan khas tiga suku itu. Yeni merupakan keturunan Mbojo. Kemudian sang suami yang merupakan Kepala Desa Babussalam Kecamatan Gerung, membuatnya biasa memasak makanan khas Sasak. “Alhamdulillah setelah kita buka peminatnya banyak sekali,” ujarnya.
Ia berharap usahanya ini bisa sukses, serta membuka cabang di beberapa tempat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here