Beranda Headline Kadis Pariwisata NTB Sempat Disandera Teroris

Kadis Pariwisata NTB Sempat Disandera Teroris

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA DISANDERA: Tim pasukan anti teror gabungan TNI Polri saat mengamankan tersandara, kemarin.

MATARAM – Tim pasukan anti teror gabungan TNI Polri berhasil menyelamatkan Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal yang sempat disandera teroris di Mataram, kemarin. Penyanderaan ini, hanya simulasi penyelamatan dari kelompok teroris dalam rangka HUT TNI ke-73.

Dalam ceritanya, selain disandera teroris juga memasang rangkaian bom di badan Faozal, namun bom itupun berhasil dilepaskannya. Dengan berbekal ilmu taktik pertempuran dan perang kota yang dilatih secara terus menerus, satu tim pasukan anti teror gabungan TNI Polri masuk ke sasaran dan berhasil melumpuhkan penyandera serta membebaskan sandera dengan aman dan terkendali. Sementara rangkaian bom yang dipasang di badan tersandera berhasil dijinakan oleh anggota penjinak bom yang tergabung dalam unit anti teror tersebut.

Sementara, Danrem 162/WB Kolonel, Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, operasi pembebasan sandera oleh tim pasukan anti teror gabungan TNI Polri ini merupakan simulasi yang membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang super ketat untuk memastikan keselamatan dan keamanan para sandera.

“Simulasi ini sebagai menguji hasil latihan dan kemampuan personel jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” kata Rizal.

Dalam penanganan seperti ini dibutuhkan informasi yang betul-betul valid tentang jumlah sandera, jumlah pelaku, senjata yang akan digunakan, titik-titik yang dikuasai para pelaku maupun lokasi para sandera lengkap dengan peta atau denah bangunan tempat penyanderaan. Hal itu sambungnya, terkait dengan jumlah personel maupun alat peralatan yang dibutuhkan dalam penanganannya termasuk taktik dan strategi yang akan diterapkan untuk menyelesaikan misi tersebut.

“Jadi memang harus profesional dalam penanganan sandera seperti ini,” tegas dia.

Terpisah, Kapenrem 162/WB Mayor Inf, Dahlan menyampaikan upacara peringatan HUT TNI ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Secara nasional di pusatkan di empat titik yakni di Sabang Provinsi Aceh, Merauke di Papua, Pulau Rote di NTT dan Miangas di Sulawesi Uatra.

“Untuk wilayah NTB sendiri, seluruh Kodim jajaran juga ikut menggelar upacara peringatan dengan harapan rasa kecintaan dan kebanggaan sebagai Prajurit TNI terus tertanam dalam sanubari Prajurit,”katanya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here