Beranda Headline Polisi Bongkar Bisnis Pencetakan STNK Palsu

Polisi Bongkar Bisnis Pencetakan STNK Palsu

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA MENUNJUKKAN: Kasubdit III Jatantras Ditreskrimum Polda NTB, Herman Suriyono didampaing Kasubag Humas Polda NTB, Komang Suwatana saat menunjuukan barang bukti STNK palsu beserta stempel, kemarin.

MATARAM – Pihak kepolisian Polda NTB berhasil membongkar bisnis pencetakan STNK palsu. Baik untuk kendaraan roda dua bahkan empat. Bisnis ini sudah berjalan dua tahun.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil menangkap pelakunya. Inisial ABR alias Doni berperan selaku pembuat STNK, dan dua rekannya LD alias Mamik dan H Aluas Andre selaku pemesan. Mereka dibekuk Ditreskrimum Polda NTB Minggu (30/10) lalu sekitar pukul 19.00 Wita di Jalan Raya Kampus Unizar Turide kelurahan Turide, Sandubaya Kota Mataram.

Kasubit III Jatantras Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Herman Suryono mengatakan, modus operandi dilakukan Doni, dengan membuat STNK palsu yang sesuai dengan foto STNK asli yang dikirimkan oleh Mamik, dimana dalam menerbitkan STNK palsu tersebut, tersangka Doni mengambil hologram dari sampah bekas STNK yang sudah tidak digunakan. Kemudian Doni mencetak STNK palsu dengan mengubah nomor polisi sesuai pesanan. Atas perbuatannya itu, Mamik dan Andre ditahan di Reserse Polres Lotim. Sedangkan Doni ditahan di Polres Kota Mataram. Dalam trasnsaki STNK palsu itu, pihak pemesan hanya membayar 500 ribu per STNK untuk sepeda motor, sementara untuk roda empat ditarik biaya 2,5 juta.
Sebelum melakukan pemesanan, Mamik dan Andre terlebih dahulu menerima pemesana dari pihak lain. Setelah itu baru dikirimkan pesanan STNK itu kepada tujuan yang tidak hanya di pulau Lombok tetapi juga disebarkan ke Pulau Sumbawa.
Menurut Herman, operasi yang dilakukan ketiga tersangka itu telah berjalan selama dua tahun. Diduga pelaku ada hubungannya dengan pelaku sebelumnya yang dapat dibongkar Polda yang kini telah menjadi warga binaan Lembaga Permasyarakatan (LP) Mataram. Hal itu diketahui format blanko STNK itu sudah ada dilaptop pelaku pertama yang telah ditahan tersebut. Dia juga menjelaskan kendaraan yang dibuatkan STNKnya itu kendaraan hasil curian, hasil cabutan pihak Finance yang disebabkan kredit macet, namun tidak langsung dikembalikan kepada fincane melainkan pihak pencabut menjual Yuni itu.
“Selain pembuatan jasa STNK palsu, tersangka juga melayani pembuatan faktur pajak dan Kir kendaraan bermotor,” bebernya.
Dari kejadian itu, sejumlah Barang Bukti (BB) berhasil diamankan di antaranya, 20 unit roda empat merk Inova Reborn , Suzuki Carry, Grand Livina, Avaza, Brio, Ertiga, Grand Max, Jazz RS, Xenia, Avanza Velos, Mitsubishi, Inova, Honda HRV, Mitsubishi L300 dan Daihatsu Pick Up. Selain itu, BB lainnya satu buah laptop merek Asus, 14 buah Stempel termasuk stempel direktorat perpajakan dan Stempel Dinas Pendapata Daerah, 1 buah stempel dari besi, tujuh buah Catrige bekas, 1 bandel STNK tanpa hologram, 6 lembar STNK paslu yang dicetak Doni, 1 buah penggaris besi, 1 buah kater wana merah dan 1 buah printer merk Cannon.
“Ada juga Hair Dryer rambut yang dipakai sebagai alat pengering ketika STNK baru selsai diprint,” katanya.
Untuk mengungkapkan kasus tersebut lebih dalam, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Bagi ketiga tersangka itu dikenakan ancaman pidana pasal 263 ayat 1 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here