Beranda Headline Perjuangan Runner Up Putri Pariwisata Indonesia Asal NTB

Perjuangan Runner Up Putri Pariwisata Indonesia Asal NTB

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA BERPRESTASI: Malika Ambarani dinobatkan sebagai Miss Culinary Tourism Indonesia 2018 belum lama ini.

Tanpa Dukungan Pemda, Biayai Sendiri Ikut Pemilihan Putri Pariwisata
Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki sejumlah talenta yang sangat berbakat. Salah satunya Malika Ambarani, yang dinobatkan sebagai runner up Putri Pariwisata Indonesia. Perjalanan tak mudah harus dilalui Malika, sebelum berprestasi.
WINDY DHARMA-LOBAR
MEMILIKI paras cantik, badan proposional dan segudang prestasi. Hal itu sedikit gambaran gadis cantic bernam aMalika Ambarani. Di usia 23 tahun, perempuan kelahiran Selong, 22 Juli 1995 ini baru saja menjadi runner up 1 Putri Pariwisata Indonesia, Minggu (29/9) lalu. Mewakili NTB, anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Suhairi Z dan Faizah ini, berhasil bersaing dengan sejumlah finalis perwakilan dari provinsi lain.
Sejumlah torehan prestasi sempat diraihnya sebelum menjadi runner up Putri Pariwisata. Seperti menjuarai Puteri Bunga Nusa Tenggara Barat tahun 2011. Finalis Terune Dedare Lombok Timur 2012. Serta sederet prestasi lainnya. Bukan hal mudah untuk dapat meraih prestasi itu. Hingga dinobatkan sebagai Miss Culinary Tourism Indonesia 2018. Bahkan akan mewakili Indonesia di tingkat Internasional.
Ketua PARFI Lobar, Alok Binzima menceritakan sedikit perjuangan gadis cantik itu. Untuk menuju karantina Putri Pariwisata Indonesia 2018, terbilang tidak mudah. Malika sapaan akrab gadis ini, sudah digembleng. Disupport oleh pageant Lover NTB yang dikomandoi Arnold Bouer. Latihan fisik serta melakukan persiapan mental.
Ia mendengar dari Arnold, jika sosok Malika dikenal pantang menyerah dan low profile. Sedikit disayangkan, gadis lulusan Universitas Indonesia jurusan Hubungan International itu justru kurang mendapatkan perhatian pemerintah, seperti putri-putri sebelumnya. “Malah rela mengeluarkan dana pribadi untuk melengkapi kebutuhannya,” terang Alok sesuai penuturan Arnold.
Alok menilai Malika wanita yang mandiri. Selama mendampingi para kandidat NTB ke kancah nasional, baru Malika yang membiayai dirinya sendiri di ajang Putri Pariwisata 2018. Tanpa ada dukungan sedikitpun dari pemerintah NTB.
“Kita agak sedikit kecewa, sampai saat inipun surat pengantar dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB belum ada sebagai syarat mutlak bahwa suatu provinsi mengirimkan perwakilannya,” ungkap pria asal Kediri Lobar ini.
Kondisi itu tidak mengurangi semangat Malika untuk berjuang. Malika berhasil membuktikan dengan meraih Runner up 1 dan akan mewakili Indonesia. Harapannya, pemerintah bisa lebih perhatian terhadap talenta berbakat Lombok. “Karena akan mewakili NTB di kancah International,” harap pria pengemar fotografi ini.
Perlu diketahui, lima besar Putri Pariwisata Indonesia 2018 berkesempatan mewakili Indonesia pada ajang di tingkat internasional. Pada bulan Oktober ini, Yayasan Putri Pariwisata Indonesia akan mengumumkan secara resmi ajang Internasional yang akan mereka ikuti. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here