Beranda Headline Penadah Mobil Pikap Curian Diborgol

Penadah Mobil Pikap Curian Diborgol

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA BUKTI: Barang bukti (BB) kendaraan roda empat jenis cery yang berhasil diamankan Tim Opsnal Polres Loteng.

PRAYA — Tim Opsnal Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil memborgol penadah mobil curian pikap warna hitam di Jalan Seweta, Mataram Rabu (3/10).
Pelakunya, Jidah, 37 tahun warga Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara. Tersangka ditangkap karena telah memberikan kendaran roda empat jenis cary hasil curian dengan laporan polisi nomor 30/IX/2018/NTB/Res.Loteng/Sek.Batukliang.
Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang menegaskan, pelaku ditangkap karena diduga menjadi penadah berdasarkan informasi masyarakat. Kendaraan yang dipakai pelaku merupakan milik korban Amrin, 25 tahun warga Desa Barabali, Kecamatan Batukliang yang hilang beberapa waktu lalu.
Sehingga, berdasarkan informasi tersebut, pihaknya langsung melacak jejak pelaku. Selanjutnya tim mendapat informasi bahwa pelaku berada di Suweta, kemudian melakukan penangkapan di Suweta tanpa melakukan perlawanan. Dari keterangan pelaku, mobil tersebut didapat dari rekannya, Abaleh dengan cara dibeli seharga Rp 15 juta tanpa dilengkapi surat-suratnya.
“Kami langsung amankan pelaku,” katanya.
Kata Refles, pelaku merupakan satu jaringan dengan pelaku pemetik selama ini, hanya saja dari pengakuanya, mereka baru-baru pertama kali membeli kendaraan tersebut. Itupun mereka tidak mengetahui bahwa kendaraan yang dibeli merupakan hasil curian.
“Maski alasanya tidak tahu, kami tetap memberikan tindakan tegas,” janjinua.
Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal 480 dengan ancaman paling lama empat tahun penjara.
Kronologis kejadian sebelumnya, kendaraan roda empat itu hilang sekitar pukul 16.00 Wita. Dimana korban sepulang dari julan air isi ulang, pihak tersebut di parkir di depan garasi rumahnya, dalam keadaan semua pintu mobil terkunci dan kepala menghadap ke barat.
Sekitar pukul 02.00 Wita dini hari mobil masih ada. Selanjutnya ia sempat tinggal tidur kembali, namun pukul 03.30 Wita dini hari, korban dibangunkan oleh ibunya bahwa mobil sudah tidak ada. Sehingga pelapor melakukan pencarian ke arah barat sampai ke Desa Puyung namun tidak dapat ditemukan. Oleh karena itu, pelaku mengalami kerugian sebesar Rp 90 juta. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here