Beranda Headline Pembangunan Pasar Diduga Bermasalah

Pembangunan Pasar Diduga Bermasalah

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA DIDUGA BERMASALAH: Proyek pembangunan Pasar Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur yang sudah habis masa kontrak.

Jaksa Layangkan Surat ke Disperindag

PRAYA — Pihak kejaksaan negeri (Kejari) Loteng melalui Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) melayangkan surat ke Disperindag, kemarin. Jaksa melayangkan surat rekomendasi terkait molornya pembangunan dua pasar.
Dua proyek pasar yang dimaksud, Pasar Ganti yang kontraknya habis tertanggal 24 September 2018. Demikian juga Pasar Beleka, Kecamatan Praya Timur yang masih waktu pengerjaannya, namun dinilai pengerjaan tidak sesuai spek.

Ketua TP4D Loteng, Feby Rudy menegaskan, dalam surat itu berisi rekomendasi untuk Pasar Ganti, pihaknya menekankan agar pejabat pembuat komitmen (PPK) melakukan pemeriksaan ke lapangan terhadap hasil yang telah dicapai hingga massa kontrak habis. Demikian juga permohonan perpajangan kontrak oleh pihak pelaksana agar benar-benar diperhatikan sesuai hasil pekerjaanya. Sebab, hasil pekerjaan di lapangan yang dijumpai banyak pelanggaran. Salah satunya, pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak atau tidak sesuai spek yang dikerjakan.
“Kami meminta agar Inspektorat melakukan audit, tapi kami berkoordinasi dengan Balai Pengujian Provinsi untuk turun memeriksa,” bebernya.
Sementara itu untuk Pasar Beleka sendiri memang masih mempunyai sisa waktu kurang dari sebulan. Hanya saja, dari hasil pihaknya turun ke lapangan, pihaknya menemukan kualitas pengerjaannya tidak sesuai dengan RAB. Selain itu, pihaknya meminta kepada dinas agar termin I hasil yang dilaporkan benar –benar dicek volumennya dan kualitasnya.
“Dalam surat yang kami layangkan, kami catumkan semua temuan kami sebagai,” cerita dia.
Dari keterangan pelaksana di lapangan sendiri, sehingga pekerjaan molor. Beralasan karena terjadinya gempa bumi, pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan dan terdapat kendala saat relokasi oleh pedagang.
“Meski apapun alasannya pekerjaan harus tetap tuntas,” tegas Feby.
Dengan banyaknya temuan di lapangan itu, pihaknya akan menyerahkan keputusannya kepada dinas terkait, karena PPK di sana yang memutuskan nasib pelaksanan kedepanya. Apakah permohonan perpanjangan kontrak direalisasi atau akan putus kontrak.
“Tapi untuk sementara bagi Pasar Ganti karena sudah habis kontrak, kami stop pengerjaanya dan meminta Inspektorat melakukan audit,” ungkapnya.
Tapi bila keputusannya nanti perpanjangan ditolak, maka pembayaran akan dilakukan sesuai dengan hasil pengerjaanya. Semua keputusan nantinya tegantung di dinas terkait maupun Inspektorat.
Feby mengaku, sebenarnya ada empat pasar yang dikerjakan tahun ini. Namun pengerjaan tidak serentak, sehingga ada tiga pasar yang baru mulai dikerjakan, dan ada juga yang massa kontraknya sudah habis seperti Pasar Ganti ini. Adapun tiga pasar yang sekarang sedang dibangun melalui DAK. Pasar Kuta anggaran mencapai Rp 5 miliar lebih, Beleka Rp 1 miliar dan Teratak, BKU 1 miliar. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here