Beranda Lombok Barat Lobar Ajukan Hak Paten Tembakau Lokal

Lobar Ajukan Hak Paten Tembakau Lokal

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA Damayanti

LOBAR —Dinas Pertanian Lombok Barat (Lobar) akan mengajukan hak paten untuk tembakau lokal. Pengajuan ditujukan kepada Kementerian Pertanian, dan kini tengah digodok.
Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lobar, Damayanti mengatakan, Lobar memiliki tembakau lokal yang kualitasnya bagus bernama Layur. Ciri khasnya, daun yang memanjang dibandingkan tembakau jenis lain. Tinggi tanamannya dapat mencapai lebih dari 2 meter.
Kekhasan inilah yang memotivasi Dinas Pertanian untuk mengajukan hak paten ke kementerian. Selain sudah memenuhi syarat untuk memiliki hak paten. “Tembakau itu memiliki ciri khas sendiri,” ujarnya, kemarin.
Dibandingkan dengan tembakau lain, Layur dapat mencapai produksi sekitar 2 ton perhektare. Sedangkan untuk jenis tembakau lain hanya sekitar 1,2 ton perhektare. Tembakau ini sudah dikembangkan Dinas Pertanian di beberapa daerah di wilayah Gerung dan Lembar. “Ada sekitar 20 hektare. Rencananya kita akan melakukan pemurnian di Kebon Ayu dan Lembar, bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengecek kemurniannya. Dan didaftarkan (hak paten),” jelas wanita berjilbab ini.
Diakuinya, jenis tambakau Layur ini sudah lama ditanam para petani di wilayah setempat. Namun petani tidak mengetahui jenis tersebut, dan menganggap tembakau biasa. Hanya saja, tembakau itu sering dibeli kabupaten lain. Sehingga Dinas Pertanian mengambil langkah antisipasi kemungkinan pengklaiman dari daerah lain.
“Ini tembakau asli dari daerah Lobar yang ada Kebon Ayu dan Lembar. Ini yang ingin kami pertahankan agar Lobar memiliki tembakau terkenal seperti daerah lain,” ucapnya.
Terkait potensi tembakau ini, Damayanti mengatakan jika jenis ini lebih cepat dijual di pasar. Karena dapat memproduksi 2 ton perhektarenya. Lebih banyak dari pada jenis lainnya, padahal dengan durasi masa tanam yang sama. “Kami ingin Lobar memiliki produk asli yang diminati,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here