Beranda Headline IRT Diduga Buat Berita Hoax Bencana

IRT Diduga Buat Berita Hoax Bencana

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA AMANKAN: EW saat dimintai keterangan atas perbuatan meresahkan masyarakat melalui akun Facebook miliknya di Polsek Labuhan Haji.

LOTIM – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial EW, 27 tahun asal Dusun Pelendek, Desa Peneda Gandor, Kecamatan Labuhan Haji, terpaksa berurusan dengan polisi. Ia ditangkap tim gabungan Subdit II Krimsus Polda NTB, Buser dan Unit III Satreskrim Polres Lotim di rumahnya, Selasa (2/10) lalu. Setelah diduga membuat berita hoax yang belum tentu terjadi tentang bencana. Terduga pelaku memposting melalui akun Facebook miliknya dengan nama akun Rianie Nasa.
Sebelumnya melalui akun Facebook miliknya, EW memposting konten berita hoax yang belum pasti kebenarannya. Justru dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat. Isi status EW di akun Facebooknya, “NTB masih waspada terutama Pulau Sumbawa… YA ALLAH… ASTAGFIRULLAH 😧”.
Pengamanan EW, dipimpin langsung Kasat Reserse dan Kriminal (Satreskrim) AKP Joko Tamtomo SIK. Dari tangan terduga pelaku penyebar berita hoax, diamankan barang bukti berupa handphone Asus Zenfon 5, dua sim card XL dan Exis, dan akun FB atas nama “Rianie Nasa” dengan Link https://www.facebook.com/rianie.antopan.
Setelah diamankan, langsung dibawa ke Polsek Labuhan Haji, kemudian ke Polda NTB untuk dilakukan pemeriksaan. Akibat perbuatannya, terduga pelaku terancam dijerat Pasal 15 Undang-undang RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.
Kapolres Lotim AKBP M Eka Fathurrahman SIK, saat dikonfirmasi membenarkan pengamanan terduga pelaku penyebar berita hoax ini. “EW diamankan tim gabungan, dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan di Polda NTB,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau masyarakat Gumi Patuh Karya tidak membuat atau menyebarkan berita hoax, yang bisa membuat masyarakat resah. Terlebih, berita hoax tentang bencana yang belum tentu kebenarannya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here