Beranda Lombok Timur Soal Dokumen Adminduk Palsu, Bawaslu Koordinasi Reskrim

Soal Dokumen Adminduk Palsu, Bawaslu Koordinasi Reskrim

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA KOORDINASI: Komisioner Bawaslu Lotim, saat berkoordinasi dengan Satreskrim dan diterima Kanit Pidana Umum (Pidum), kemarin.

LOTIM – Kaitan dengan dokumen Adiminstrasi Kependudukan (Adminduk) palsu yang berhasil diungkap Polres Lombok Timur (Lotim), Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lotim, langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim. Bawaslu juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), kemarin.
Ketua Bawaslu Lotim, Retno Sirnopati, kepada Radar Mandalika mengatakan, koordinasi soal dokumen Adminduk palsu itu, dilakukan agar Bawaslu bisa mendapatkan data. Utamanya pemilik e-KTP palsu by name by address. Tujuannya, untuk memastikan bawa data palsu tersebut, tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Kami pengawas, akan mencermati data palsu ini. apakah ini bagian dari data ganda yang kami temukan saat analisis DPT beberapa waktu lalu atau tidak,” jelas Retno.
Koordinasi meminta penjelasan kaitan data dokumen Adminduk palsu itu, penting dilakukan Bawaslu. Mengingat, saat ini Bawaslu sedang melakukan pencermatan DPT Hasil Perbaikan (DPTHP). Dari pencermatan DPTHP itu, sudah enam dari 23 kecamatan di Lotim, yang hasil pencermatannya sudah masuk. Bawaslu dalam pencermatan itu, sudah menemukan beberapa data ganda. Berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan nama berbeda.
“Hasil koordinasi di Satreskrim, kami mendapatkan penjelasan bahwa tersangka masih dalam pemeriksaan. Sedangkan hasil koordinasi di Dukcapil, kami sudah mendapatkan data penduduk Lotim yang sudah melakukan perekaman,” ungkap Retno.
Sebelumnya, jajaran Polres Lotim mengamankan pelaku bersama barang bukti puluhan lembar e-KTP palsu yang sudah jadi. Termasuk bekas KTP lama, dan e-KTP yang sudah mati, untuk didaur ulang menjadi KTP palsu. Diamankan juga puluhan lembar dokumen asli berupa blanko KK, akte kelahiran yang belum tercetak. Kemudian alat-alat percetakannya berupa tiga unit komputer, tujuh printer, satu alat laminating dan alat lainnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here