Beranda Mataram RISHA dan RIKO Bersamaan Mulai Dibangun

RISHA dan RIKO Bersamaan Mulai Dibangun

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PANEL RISHA: Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh melakukan pemasangan panel pertama menandai dimulainya pembangunan rumah instan untuk masyarakat terdampak bencana di Kota Mataram, kemarin

MATARAM – Warga korban gempa yang rumahnya rusak parah, tak lama lagi memiliki hunian baru. Seiring dimulainya pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan Rumah Instan Konvensional (RIKO). Kemarin, dilakukan pencanangan dimulainya pembangunan RISHA dan RIKO, di Lingkungan Pengempel Indah, Kelurahan Bertais, Kecamatan Cakranegara. Wilayah ini sebagai salah satu lingkungan yang terdampak paling parah gempa.

Komandan Satgas yang mengawal pembangunan RISHA dan RIKO, Kolonel Infantri H Farid Ma’ruf MA menyadari kesulitan yang harus dihadapi untuk mewujudkan pembangunan rumah instan, sebagai kebijakan pemerintah. Kesulitan itu karena banyaknya pihak yang harus bersatu-padu. Dirinya mengaku bangga dan menghargai pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) di Kota Mataram, yang memungkinkan kebijakan dapat segera diwujudkan.
Farid berharap agar hal tersebut dapat diikuti oleh masyarakat di daerah lain. Sehingga NTB dapat segera bangkit, bergerak, dan membangun kembali. “Saling memudahkan kebijakan agar segera bisa diwujudkan, masyarakat segera punya rumah sebelum musim hujan tiba. Kita mendorong semangat semua pihak, karena dibutuhkan kerja sama dan gotong royong semua pihak,” tegasnya.
Sementara Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan, Pemerintah Kota Mataram telah berkomitmen untuk terus berupaya semaksimal mungkin membantu masyarakat memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Dengan jumlah kerusakan rumah lebih dari 7 ribu unit dan tersebar di berbagai titik, Kota Mataram dihadapkan pada kendala kesiapan dan ketersediaan bahan.
Meski demikian pihaknya bersama seluruh stakeholder terkait akan berupaya agar pembangunan dapat terus dilanjutkan secara bergiliran, agar dapat diselesaikan sesegera mungkin untuk mengantisipasi tibanya musim penghujan.
Sejak awal lanjut Wali Kota, pihaknya mengeluarkan pernyataan tanggap darurat dan memerintahkan seluruh elemen yang ada untuk bergerak. Menyiapkan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Dari awal pula, dirinya menegaskan bahwa data-data korban terdampak harus benar-benar valid sesuai dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai ada warga terdampak yang tidak terdaftar.
Wali Kota merasa bersyukur pembangunan RISHA dan RIKO mulai dapat diwujudkan secara pasti. “Mana yang RISHA, mana yang RIKO, bangun. Agar kita dapat segera bangkit,” serunya.
Pencanangan dimulainya pembangunan RISHA dan RIKO diawali doa dan zikir bersama dengan seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait yang hadir di lokasi acara. Sebelum melaksanakan pemasangan panel pertama pembangunan rumah instan tahan gempa bagi warga terdampak bencana, terlebih dahulu dilakukan penandatanganan surat perjanjian kerjasama antara Pokmas yang telah terbentuk sebagai syarat pencairan bantuan, dengan pihak-pihak penyedia jasa perumahan RISHA dan penyedia jasa bahan bangunan RIKO.
Setelah itu, Wali Kota diikuti oleh seluruh pihak yang hadir juga melakukan pemasangan panel pertama yang menandai dimulainya pembangunan rumah instan untuk masyarakat terdampak bencana di Kota Mataram.
Selain itu sebelum meninggalkan lokasi, Wali Kota beserta segenap jajarannya juga mengunjungi Sekolah Ceria yang dibangun di Lingkungan Pengempel Indah bagi anak-anak prasekolah. Sekolah Ceria dibangun atas bantuan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) yang difasilitasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here