Beranda Headline NTB Yakin Bisa Pulih Tanpa Bantuan Pusat

NTB Yakin Bisa Pulih Tanpa Bantuan Pusat

BERBAGI

MATARAM – Proses rehabilitasi bencana disebut Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah tidak butuh waktu singkat. Apalagi bisa teratasi dalam satu tahun melainkan bertahun tahun. Rohmi mencontohkan pemulihan di Aceh mencapai lima tahun. Begitu pun gempa di Yogyakarta tahun 2016 lalu, pemulihan dilakukan sampai tiga tahun.
Saat ini pemerintah, kata dia, harus mengerahkan kemampuan sekuat tenaga untuk survive. Pemerintah daerah harus percaya diri dengan kekuatan yang dimiliki. Sehingga tidak mesti berharap dengan bantuan pemerintah pusat, apalagi pusat juga menangani Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. “Kita harus betul betul percaya diri dengan kekuatan kita,” kata Wagub, Rohmi di Mataram, kemarin.
Menurut Wagub, sikap pemerintah itu bukan berarti pusat tidak lagi akan memperhatikan NTB sebagaimana komitmen yang sudah disampaikan. Tetapi daerah harus jemput bola serta harus mampu mengumpulkan kekuatan sumber daya yang dimiliki, agar pemulihan pascagempa ini terus berjalan.
Sementara untuk pembangunan Hunian Sementara korban pascagempa, telah mulai berjalan di daerah daerah. Bersama Bupati dan Wali Kota, pembangunannya sudah mulai dilakukan. “Sedang dikoordinasikan bersama Bupati Wali Kota. Mereka sudah mulai bergerak,” aku kakak kandung Tuan Guru Bajang (TGB) itu yakin.
Rohmi menyampaikan, hal yang penting sekarang ini menjaga kondusifitas daerah. Jangan sampai ada isu-isu yang membuat masyarakat semakin resah dan pesimis. Wagub juga menyebutkan, masyarakat NTB juga harus berkaca dari kejadian Palu maupun Donggala yang ternyata dilanda bencana lebih menderita dibandingkan dengan Lombok atau Sumbawa. “Masih ada saudara saudara kita di Palu lebih menderita,” sebutnya.
Wagub juga mengaku salah satu agenda Gubernur NTB, Zulkieflimansyah keluar daerah membawa misi pemulihan bagi korban gempa. Ia berharap agar masyarakat tidak putus asa.
Disinggung realisasi bantuan kelangsungan hidup yang dijanjikan Mensos sebesar Rp 900 ribu selama tiga bulan setiap orang, Wagub malah melempar handuk. Masyarakat diminta agar menanyakan langsung kepada Mensos yang saat itu telah berjanji. Sembari Pemprov NTB juga akan terus menagih ke pusat. “Tanya Mensos saja, tapi kita juga akan tetap tagih. Karena kita jadi tukang tagih,” pungkasnya. (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here