Beranda Mataram Dorong Kembangkan Produk Unggulan Pertanian

Dorong Kembangkan Produk Unggulan Pertanian

BERBAGI
IST/RADAR MANDALKA H Bambang Kristiono

MATARAM–Petinggi DPP Gerindra, H Bambang Kristiono (HBK) bertekad menjadikan Lombok sebagai lumbung pangan nasional. HBK mengungkapkan strateginya menuju lumbung pangan nasional itu di Mataram, kemarin.

Menurut HBK, penting dilakukan usaha peningkatan hasil pertanian. Dengan cara mengoptimalkan lahan perhatian yang sudah ada. HBK mengaku pernah bicara dengan pengusaha luar negeri yang menawarkan bibit unggul mangga. Lahan yang dibutuhkan di Lombok cukup luas, puluhan ribu hektare. “Ini mangga bibit unggul, usia tanamnya lebih singkat. Dalam usia tanam dua tahun sudah bisa panen. Ini salah satu contoh cara intensifikasi pengolahan lahan,” jelasnya.

Dalam penanaman mangga varietas unggul tersebut, setiap hektare lahan butuh delapan tenaga kerja. Jika proyek ini terlaksana, dibutuhkan lahan kurang produktif 5 ribu hectare untuk ditanami mangga. “Bisa dibayangkan berapa tenaga kerja lokal bisa terserap. Dampak ikutan lainnya, perputaran ekonomi di kawasan tersebut akan tumbuh pesat,” tambahnya.

Selain pemilihan bibit varietas unggul, intensifikasi juga mencakup pengolahan tanah yang baik, mengatur perbaikan irigasi, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit tanaman. Tentu hal ini perlu diajarkan kepada para petani. “Tidak kalah pentingnya adalah penanganan pascapanen, dan soal pemasaran hasil pertanian,” jelasnya.
HBK sambil menambahkan, Lombok pernah berhasil meningkatkan panen padi dengan sistem Gogo Rancah pertengahan dekade 1980-an
Sekarang pun Lombok perlu memanfaatkan hasil-hasil riset pertanian yang menemukan bibit unggul, untuk memperpendek masa panen dan meningkatkan hasil.

HBK juga sempat menyinggung kangkung Lombok yang perlu terus dikembangkan hasilnya. TapI itu butuh goodwill pemda, lahan-ahan produktif jangan dihabiskan untuk pembangunan kompleks perumahan. Dalam perbincangan itu, HBK mengapresiasi apa yang telah dilakukan Gubernur NTB, Zulkifliemansyah. Di kaki Bukit Olat Maras yang tadinya tandus dan gersang ditanami kurma, zaitun dan tin.
“Suatu terobosan luar biasa. Kalau diprediksi tiga tahun ke depan, Kabupaten Sumbawa memiliki kebun kurma yang berbuah ranum, juga memiliki kebun zaitun dan tin yang berbuah lebat,” tegasnya.

Dikatakan, inovasi yang memanfaatkan riset dan teknologi pertanian ini harus dimulai. Kalau pertanian digarap degan serius pasti berhasil, dan itu akan memakmurkan masyarakat NTB. “Ini contoh ekstensifikasi pertanian. Lahan kering, lahan yang semula tidak produktif diubah jadi lahan yang menghasilkan. Selama ini, lahan produktif justru dihabiskan untuk perumahan,” kritik HBK.

Hampir dua tahun ini, HBK kerap bolak-balik ke Pulau Lombok untuk melaksanakan konsolidasi internal, dan penguatan di DPD Partai Gerindra NTB. Waktu senggangnya banyak dimanfaatkan untuk keliling turun ke bawah, menyapa kader-kader partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sambil melihat potensi-potensi unggulan apa saja yang bisa dikembangkan daerah ini.

HBK sangat percaya, sektor pertanian bisa menjadi jalan keluar bagi kesulitan masyarakat Lombok yang baru saja terkena gempa. (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here